Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
BRI Danareksa Sekuritas menurunkan target harga saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menjadi Rp700 per lembar, setelah kinerja produksi dan penjualan emas perseroan pada semester I-2026 berada di bawah perkiraan, seperti dilansir dari Investor Daily pada Minggu (9/8/2026).
Sepanjang enam bulan pertama tahun 2026, BRMS membukukan penurunan pendapatan sebesar 21% secara tahunan menjadi US$95,8 juta, yang berdampak pada pemerosotan laba bersih hingga 44% menjadi US$12,9 juta.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Andhika Audrey, memberikan penilaian khusus terkait pencapaian keuangan perseroan yang dinilai masih jauh dari estimasi awal tahun.
“Realisasi tersebut baru mencapai 12,1% dari proyeksi kami dan 13,2% dari estimasi konsensus untuk laba BRMS tahun 2026,” kata Andhika Audrey, Analis BRI Danareksa Sekuritas.
Kinerja perseroan mengalami tekanan berat pada kuartal II-2026 dengan mencatatkan rugi bersih US$4,6 juta, berbalik dari raihan laba US$17,5 juta pada kuartal I-2026. Pendapatan kuartalan juga merosot 62% secara kuartalan menjadi US$26,3 juta.
Penurunan volume produksi di area tambang menjadi salah satu faktor utama yang menekan angka pendapatan pada periode tersebut.
“Produksi emas BRMS pada periode tersebut menyusut 57,4% secara kuartalan menjadi 6,3 ribu ons (thousand ounces/koz),” ujar Andhika Audrey, Analis BRI Danareksa Sekuritas.
Aktivitas pengupasan area tambang atau pushback di River Reef telah membatasi operasional penambangan, sehingga kadar bijih yang diolah turun menjadi 0,9 gram per ton. Selain itu, kelebihan pasokan sementara di pasar domestik dan penurunan harga jual rata-rata emas sebesar 8,3% menjadi US$4.138 per ons makin memperberat kinerja perseroan.
Meskipun pekerjaan pushback selesai pada Juli 2026, BRI Danareksa Sekuritas menganggap target produksi revisi BRMS sebesar 70-75 koz pada 2026 masih tergolong berat, mengingat realisasi semester I baru mencapai 21,1 koz. Akibatnya, proyeksi laba bersih BRMS untuk tahun 2026, 2027, dan 2028 dipangkas masing-masing sebesar 35,5%, 26,7%, dan 6,6%, kendati rekomendasi beli saham tetap dipertahankan.
*Tanggal Source Berita: Minggu, 09 Agustus 2026 17:21:22 WIB*