Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Investor asing memborong saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) pada periode 3-7 Agustus 2026, mencatatkan net buy sebesar Rp 559 miliar, berbalik dari pekan sebelumnya yang net sell Rp 36 miliar, dilansir dari Investor Daily.
Saham BBRI pada perdagangan Jumat (7/8/2026) naik 2,9% ke level Rp 3.130, sehingga dalam sepekan terakhir menguat 2,9% dan dalam sebulan melonjak 12,19%, meski year to date turun 14,4%.
KB Valbury Sekuritas merekomendasikan trading buy saham BBRI dengan kisaran harga masuk Rp 3.070-3.130 dan target harian Rp 3.160. Mereka memberi peringatan untuk stop loss di level Rp 2.980 jika harga menembus Rp 3.070.
Untuk jangka menengah, KB Valbury mempertahankan rekomendasi buy dengan target harga berbasis Gordon Growth Model (GGM) sebesar Rp 4.010, setara valuasi price to book value (P/B) 1,8 kali untuk proyeksi tahun 2026.
“Potensi katalis positif bagi saham BBRI adalah pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dari ekspektasi, disertai penyesuaian ulang imbal hasil kredit secara moderat, yang dapat membantu net interest margin (NIM) melampaui panduan 2026,” tulis KB Valbury Sekuritas.
JP Morgan mulai memandang positif saham BBRI setelah melihat perbaikan signifikan, terutama dalam bisnis kredit mikro yang dapat mendongkrak profitabilitas perusahaan, meski sebelumnya sempat mengalami pemburukan aset.
“Kini, masalah BBRI mulai diperbaiki, seiring perbaikan internal dan banyaknya program pemerintah yang menyasar masyarakat bawah,” ungkap JP Morgan.
JP Morgan memprediksi konsensus pasar akan segera merevisi proyeksi kinerja keuangan BBRI. Mereka meng-upgrade rekomendasi saham BBRI menjadi overweight dengan target harga Rp 3.400, berdasarkan PBV wajar 1,2 kali, ROE 17,4%, risk free rate 7%, biaya modal 15,4%, dan terminal growth rate 7%.
*Tanggal Source Berita: Minggu, 09 Agustus 2026 06:06:00 WIB*