Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
JAKARTA, KOMPAS.com – Tiga saham diperkirakan punya peluang menguat pada perdagangan jangka pendek di antaranya, saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).
Secara teknikal ketiga saham tersebut diyakini berada dalam tren positif dengan potensi kenaikan menuju target harga masing-masing.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, merekomendasikan strategi accumulative buy untuk saham BBTN, khususnya bagi investor yang memanfaatkan fasilitas margin (marginable stock). Area akumulasi berada di kisaran Rp 1.180-Rp 1.230.
Kepada Kompas.com pada Kamis malam (6/8/2026), Nafan menyebut struktur bullish BBTN masih terjaga (bullish structure still intact). Saham ini diperkirakan bergerak menuju target point D, didukung posisi indikator tenkan-sen yang berada di atas kijun-sen, serta chikou span yang terus menguat.
Selain itu, target harga BBTN berada pada level Rp 1.240, Rp 1.275, hingga Rp 1.400. Adapun area support berada di Rp 1.180 dan Rp 1.155.
Baca juga: BTN Jadi Penyalur KPR FLPP Terbesar, Sudah Biayai 55.766 Rumah Subsidi
Sementara, saham BUMI juga direkomendasikan dengan strategi accumulative buy pada area Rp 163-Rp 183.
Nafan mencatat, BUMI mulai membentuk struktur bullish (bullish structure setup begins) dan berpeluang melanjutkan penguatan menuju point F. Prospek tersebut ditopang oleh pembentukan kumo, posisi tenkan-sen yang telah berada di atas kijun-sen, chikou span yang terus bergerak naik, sinyal Relative Strength Index (RSI) yang positif, serta volume perdagangan yang mulai meningkat.
Untuk BUMI, target harga dipatok pada area Rp 188, Rp 196, dan Rp 224. Sedangkan, area support berada pada Rp 163 dan Rp 157.
Baca juga: Laba Bersih Bumi Resources Melonjak 188 Persen pada Semester I 2026
Adapun, saham ENRG juga masuk dalam daftar saham pilihan dengan rekomendasi accumulative buy pada kisaran Rp 1.205–Rp 1.385.
Secara teknikal, ENRG telah membentuk pola bullish engulfing line candlestick yang mengindikasikan awal pembalikan tren ke arah positif. Saham ini diperkirakan bergerak menuju point D seiring terbentuknya struktur bullish yang didukung pembentukan kumo.
Selain itu, posisi tenkan-sen berada di atas kijun-sen, chikou span terus meningkat, dan volume transaksi mulai bertambah sehingga memperkuat potensi kenaikan harga saham.
Nafan menetapkan target harga ENRG pada posisi Rp 1.400, Rp 1.545, hingga Rp 1.860. Sementara itu, area support berada di Rp 1… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Jumat, 07 Agustus 2026 06:30:00 WIB*