Dua Sekuritas Kompak Rekomendasikan Buy Saham ASII, Target Harga hingga Rp 7.000

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
JAKARTA, investortrust.id – Prospek saham PT Astra International Tbk (ASII) dinilai tetap menarik oleh sejumlah analis, meski laba bersih semester I-2026 mengalami tekanan. Mandiri Sekuritas dan BRI Danareksa Sekuritas sama-sama mempertahankan rekomendasi Buy, dengan target harga saham ASII masing-masing Rp7.000 dan Rp6.850.

Mandiri Sekuritas dalam riset bertajuk 2Q26 Analyst Call Key Takeaways menyebutkan manajemen Astra (ASII) tetap optimistis terhadap prospek kinerja pada semester II-2026. Optimisme tersebut didukung oleh potensi pertumbuhan sektor otomotif serta kinerja bisnis jasa keuangan yang tetap dikelola secara pruden.

Sejalan dengan pandangan tersebut, Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi Buy untuk saham ASII dengan target harga Rp7.000 per saham.

Pendapatan Astra International (ASII) Tembus Rp 157,9 Triliun pada Semester I 2026

Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas juga mempertahankan rekomendasi Buy dengan target harga Rp 6.850 per saham. Menurut analis, kinerja inti Astra pada semester I-2026 masih sesuai ekspektasi, didukung perbaikan laba pada kuartal II-2026.

ASII membukukan laba bersih kuartal II-2026 sebesar Rp 6,6 triliun, naik 14% secara kuartalan (qoq), namun turun 22% secara tahunan (yoy). Dengan demikian, laba bersih semester I-2026 mencapai Rp 12,5 triliun, turun 19% yoy, atau setara 45% dari proyeksi BRI Danareksa dan 42% dari konsensus pasar untuk tahun 2026.

Jika tidak memperhitungkan penurunan nilai (impairment) dan pos non-berulang yang terutama berasal dari bisnis PT United Tractors Tbk, laba bersih Astra diperkirakan mencapai Rp14,9 triliun, turun 7% yoy, atau telah memenuhi 54% proyeksi BRI Danareksa dan 51% estimasi konsensus tahun penuh.

Dari sisi operasional, segmen otomotif mencatat kenaikan laba bersih 9% yoy. Kinerja tersebut ditopang oleh Astra Daihatsu Motor (ADM) yang membukukan pertumbuhan laba bersih 67% yoy, termasuk kenaikan 41% qoq dan 117% yoy pada kuartal II-2026.

RUPSLB Astra (ASII) Setujui ‘Buyback’ Saham Rp8 Triliun dan Pengalihan Saham untuk Program MSOP

Divisi komponen juga mencatat pertumbuhan laba bersih 23% yoy, sehingga mampu mengimbangi pelemahan bisnis penjualan kendaraan yang mengalami penurunan laba operasional 7,5% yoy. Sementara itu, laba bersih Astra Honda Motor (AHM) turun 2,6% yoy, meski pada kuartal II-2026 meningkat 8,7% qoq dan relatif stabil secara tahunan.

Bisnis jasa keuangan Astra juga tetap menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan laba bersih 6% yoy. Segmen pembia… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Selasa, 04 Agustus 2026 07:31:00 WIB*