Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
JAKARTA, KOMPAS.com – Sebanyak sembilan emiten resmi menjadi konstituen baru indeks Kompas100. Per Senin (3/8/2026) susunan konstituen indeks tersebut resmi berubah, setelah hasil evaluasi mayor atau rebalancing periode Juli 2026.
Perubahan itu menghadirkan sembilan emiten baru ke dalam jajaran indeks sekaligus mengeluarkan sembilan saham lain yang tidak lagi memenuhi kriteria seleksi.
Adapun, saham yang masuk ke dalam Indeks Kompas100 antara lain; T BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN).
Lalu. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), serta PT RMK Energy Tbk (RMKE).
Dengan masuknya sembilan emiten baru itu dinilai menjadi katalis positif bagi pergerakan harga sahamnya dalam jangka pendek, meski besarnya kenaikan ditentukan oleh valuasi, likuiditas, dan fundamental masing-masing emiten.
Baca juga: IHSG Diprediksi Rawan Terkoreksi, Saham AMMN, ARCI, Hingga HRUM Berpotensi Cuan
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai potensi kenaikan harga saham setelah masuk ke dalam indeks Kompas100 akan berbeda-beda pada masing-masing emiten.
Secara historis, masuknya suatu saham ke indeks Kompas100 umumnya menjadi sentimen positif dalam jangka pendek karena mendorong penyesuaian portofolio oleh manajer investasi, serta meningkatkan perhatian investor terhadap saham tersebut.
“Secara historis efek masuk indeks seperti Kompas100 umumnya memberikan sentimen positif jangka pendek, terutama karena adanya penyesuaian portofolio dari manajer investasi dan meningkatnya perhatian investor,” ujar Nafan saat dihubungi Kompas.com, Senin malam (3/8/2026).
Baca juga: BEI Tegaskan Saham Berstatus HSC Tak Bisa Masuk Indeks Kompas100
Meski demikian, ia menegaskan besarnya kenaikan harga tidak hanya ditentukan oleh status sebagai konstituen baru Kompas100. Pergerakan saham juga dipengaruhi oleh valuasi, tingkat likuiditas perdagangan, dan prospek fundamental masing-masing emiten.
Saham yang sebelumnya kurang mendapat perhatian pasar umumnya memiliki peluang rerating yang lebih besar dibandingkan saham yang telah lebih dulu mengalami kenaikan signifikan sebelum pengumuman masuk ke dalam Kompas100.
“Besarnya kenaikan tetap ditentukan oleh valuasi, likuiditas, dan prospek fundamental masing-masing emiten. Saham yang sebelumnya kurang … [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Selasa, 04 Agustus 2026 07:42:00 WIB*