Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan saham yang masuk dalam kategori high shareholding concentration (HSC) tidak bisa menjadi konstituen indeks-indeks utama, termasuk Kompas100.
Status HSC menjadi salah satu syarat pengecualian dalam proses seleksi konstituen karena BEI mengutamakan saham dengan tingkat likuiditas yang tinggi.
Sebagai informasi, HSC adalah status yang diberikan otoritas bursa kepada saham yang kepemilikan publiknya dinilai sangat terkonsentrasi pada segelintir pemegang saham.
Hal ini membuat jumlah saham yang benar-benar beredar dan tersedia untuk diperdagangkan (effective free float) menjadi terbatas, sehingga likuiditas di pasar berpotensi rendah dan pergerakan harga lebih mudah dipengaruhi.
BEI menetapkan status HSC berdasarkan hasil pemantauan terhadap struktur kepemilikan saham, distribusi pemegang saham, serta aktivitas perdagangan.
Daftar saham HSC diumumkan secara berkala sebagai bentuk transparansi kepada investor.
PJS Kepala Divisi Riset BEI, Heidy Ruswita Sari, mengatakan kriteria HSC memang menjadi salah satu dasar pengecualian dalam penyusunan indeks-indeks utama di BEI.
“Ya, betul. Jadi memang kriteria HSC ini menjadi salah satu syarat pengecualian dalam indeks-indeks utama yang ada di Bursa Efek Indonesia,” ujar Heidy dalam sesi wawancara dengan KompasTV, Senin (3/8/2926).
Indeks-indeks utama di BEI menjadi acuan bagi para pelaku pasar, terutama manajer investasi (fund manager), sebagai underlying asset berbagai produk investasi. Oleh karena itu, otoritas bursa RI perlu memastikan saham yang masuk ke dalam indeks memiliki tingkat likuiditas yang baik.
“Karena kami melihat indeks utama ini menjadi acuan bagi para pelaku pasar, terutama fund manager, untuk dijadikan underlying asset mereka. Tentu dalam hal ini kami perlu memperhatikan eksposur dan penggunaan produknya yang cukup besar,” paparnya.
Saham yang berstatus HSC dipastikan tidak dapat menjadi calon anggota indeks utama BEI, termasuk Kompas100.
Heidy menambahkan, status HSC juga dapat menjadi indikator tambahan bagi investor dalam menilai kondisi likuiditas suatu saham di pasar.
“Memang saham-saham yang masuk ke dalam kategori HSC itu sudah dipastikan tidak akan menjadi calon anggota indeks seperti itu. Dan memang kalau kita lihat, HSC ini bisa menjadi salah satu ukuran tambahan bagi investor juga dalam hal melihat ketersediaan likuiditas yang ada di pasar,” pungkas dia.
BEI sendiri telah mengeluarkan tiga saham dari Kompas100 dal… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Senin, 03 Agustus 2026 13:42:00 WIB*