Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
HERALD.ID, JAKARTA – Saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menjadi salah satu perhatian pasar setelah kinerjanya membaik dan pergerakan harga sahamnya memasuki tren penguatan.
Prospek kenaikan masih terbuka pada perdagangan pekan depan, tetapi level teknikal tertentu menjadi penentu.
GGRM sebelumnya bergerak dalam tren naik dan berhasil meninggalkan sejumlah level teknikal penting. Penguatan saham tersebut membuat investor mulai kembali mencermati emiten rokok yang sempat mengalami tekanan cukup panjang.
Pada perdagangan 28 Juli 2026, GGRM ditutup di Rp18.350, menguat 4,56 persen. Saham ini sempat menyentuh level tertinggi Rp18.750 dalam perdagangan tersebut. Sehari sebelumnya, GGRM ditutup pada Rp17.550.
Pergerakan tersebut menunjukkan momentum GGRM masih cukup kuat. Namun, kenaikan yang sudah cukup tinggi juga membuat risiko koreksi tetap perlu diperhitungkan.
Secara teknikal, area Rp18.000 menjadi salah satu level penting yang perlu diperhatikan. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang GGRM melanjutkan tren naik masih terbuka.
Target berikutnya berada di kisaran Rp19.500 hingga Rp20.000 apabila saham berhasil menembus area resistance dengan dukungan volume transaksi yang kuat.
Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat dan harga kembali menembus ke bawah Rp18.000, saham berpotensi memasuki fase koreksi lebih lanjut.
Kinerja fundamental menjadi faktor lain yang membuat GGRM kembali menarik perhatian. Perseroan sebelumnya mencatat perbaikan laba pada kuartal I 2026 setelah kinerja tahun sebelumnya mengalami tekanan.
Namun, klaim bahwa laba bersih GGRM pada semester I 2026 melonjak 2.440 persen perlu menunggu konfirmasi dari laporan keuangan resmi perseroan.
Angka tersebut tidak dapat langsung dipastikan hanya berdasarkan materi analisis teknikal yang beredar.
Data yang sudah terkonfirmasi menunjukkan GGRM membagikan dividen Rp800 per saham untuk tahun buku 2025. Total dividen mencapai sekitar Rp1,54 triliun dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,56 triliun.
Selain GGRM, saham sektor rokok lainnya juga mulai menunjukkan tanda pemulihan. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), misalnya, bergerak naik dari area Rp600-an menuju kisaran Rp700-an.
HMSP mulai memperlihatkan perbaikan setelah berhasil bergerak di atas MA50. Namun, saham tersebut masih menghadapi resistance pada area MA150 sehingga kenaikan berikutnya membutuhkan konfirmasi breakout.
Area Rp700 menjadi level penting untuk HMSP. Jika mampu be… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Minggu, 02 Agustus 2026 20:16:00 WIB*