Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Grup konglomerasi Berkshire Hathaway diperkirakan telah melakukan aksi pembelian kembali atau buyback saham senilai 11 miliar dolar AS pada kuartal kedua 2026. Langkah agresif ini dilakukan pimpinan baru Greg Abel bersama Warren Buffett di tengah lonjakan kinerja keuangan perusahaan. Analisis Barron’s terhadap dokumen SEC menunjukkan jumlah saham Kelas A Berkshire menyusut sekitar 11.000 lembar antara 14 April hingga 14 Juli.
Jika terealisasi, angka ini menjadi buyback kuartalan terbesar sepanjang sejarah perusahaan, melampaui rekor 9 miliar dolar AS pada 2020. Langkah buyback jumbo tersebut didorong oleh pertumbuhan laba operasional Berkshire sebesar 18 persen secara tahunan menjadi 11,3 miliar dolar AS pada kuartal pertama. Capaian ini ditopang oleh kinerja unit bisnis asuransi, kereta api BNSF, energi, serta manufaktur.
Selain memborong sahamnya sendiri, Berkshire juga menyelesaikan akuisisi pengembang rumah Taylor Morrison pada akhir Juli. Perusahaan kini tercatat mengantongi dana kas dan obligasi pemerintah AS senilai 397 miliar dolar AS pada akhir kuartal pertama.
Di sisi lain, produsen cip Micron Technology mencatatkan lonjakan laba signifikan berkat tingginya permintaan chip memori AI. Namun, model bisnis Micron dinilai lebih berisiko karena sangat bergantung pada siklus industri semikonduktor dibandingkan Berkshire yang memiliki diversifikasi usaha stabil. Laporan TrendForce mencatat pendapatan gabungan tiga pemasok DRAM utama dunia melonjak 81 persen secara kuartalan pada kuartal pertama 2026. Lonjakan tersebut dipicu oleh pengalihan kapasitas produksi ke pesanan server AI berorientasi margin tinggi.
Pendapatan Micron melonjak pesat dari 13,6 miliar dolar AS pada kuartal pertama fiskal menjadi 41,5 miliar dolar AS pada kuartal ketiga. Manajemen Micron mengindikasikan pendapatan perusahaan berpotensi menembus 50 miliar dolar AS pada kuartal keempat fiskal.
*Tanggal Source Berita: Minggu, 02 Agustus 2026 14:35:27 WIB*