Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
KOMPAS.com – Saham Berkshire Hathaway mencapai level tertinggi dalam delapan bulan terakhir. Penguatan ini memicu optimisme reli masih berlanjut seiring menyempitnya ketertinggalan kinerja perusahaan investasi milik Warren Buffett dari indeks S&P 500.
Saham Berkshire Hathaway Kelas B ditutup pada level 512,37 dollar AS pada Selasa (28/7/2026). Angka itu menjadi penutupan tertinggi sejak 28 November tahun lalu, saat saham berakhir pada level 513,81 dollar AS.
Penutupan perdagangan Jumat menunjukkan saham Kelas B berada pada level 511,54 dollar AS.
Posisi tersebut masih sekitar 5,2 persen di bawah rekor penutupan tertinggi sepanjang masa sebesar 539,80 dollar AS yang dicapai pada 2 Mei 2025, sehari sebelum Warren Buffett mengumumkan akan mundur dari jabatan Chief Executive Officer (CEO) pada akhir 2025.
Baca juga: Warren Buffett Percepat Pembagian Warisan, Seluruh Saham Berkshire Dibagikan Sebelum 2034
Saham Berkshire Hathaway Kelas A juga mencatat kinerja serupa. Saham ini ditutup pada level 768.010 dollar AS pada Selasa, tertinggi sejak 28 November tahun lalu.
Pada perdagangan Jumat, saham Kelas A ditutup pada level 766.600 dollar AS. Nilainya masih sekitar 5,3 persen di bawah rekor penutupan tertinggi sebesar 809.350 dollar AS.
Menurut majalah investasi Barron’s, penguatan saham Berkshire masih berpotensi berlanjut karena kinerjanya masih tertinggal dari indeks acuan S&P 500.
Barron’s mencatat ketertinggalan Berkshire terhadap S&P 500 kini tinggal sekitar 7,6 poin persentase. Selisih itu jauh lebih kecil dibandingkan dua bulan lalu yang mencapai 17,5 poin persentase.
Berkshire juga masih mencatat kinerja lebih rendah dibandingkan sejumlah perusahaan sejenis pada dua bisnis utamanya, yakni perkeretaapian dan asuransi.
Baca juga: Berkshire Hathaway Akuisisi Taylor Morrison 6,8 Miliar Dollar AS
Penguatan saham Berkshire juga ditopang kenaikan harga sejumlah saham utama dalam portofolionya.
Apple, investasi saham terbesar Berkshire dengan nilai lebih dari 70 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.262,8 triliun, telah naik 13,6 persen sejak awal tahun.
Saham Coca Cola, yang menjadi kepemilikan terbesar ketiga Berkshire dengan nilai sekitar 35 miliar dollar AS atau sekitar Rp 631,4 triliun, melonjak 25 persen sepanjang tahun ini.
Kinerja Coca Cola terdorong laporan keuangan yang melampaui ekspektasi pasar. Perusahaan juga menaikkan proyeksi kinerja untuk sepanjang tahun.
Sementara itu, kepemilikan Berkshire di Bank of America yang bernilai hampir 32 … [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Minggu, 02 Agustus 2026 07:10:00 WIB*