Pada Senin, IQSTEL secara resmi menandatangani MOU untuk melakukan akuisisi 51% saham dalam perusahaan teknologi yang berpusat pada layanan IT, ULTRANET Telecom. Akuisisi ini dilakukan tepat setelah Indeks Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan, disusul oleh beberapa IPO dan aksi korporasi lainnya. Sebelum akuisisi tersebut, IHSG sudah mengalami penurunan karena tekanan terhadap saham-saham energi.
ULTRANET Telecom merupakan perusahaan teknologi yang fokus pada pengembangan software dan layanan IT. IQSTEL dilaporkan akan mendapatkan manfaat dari akses yang lebih luas ke pasar internasional melalui ULTRANET, yang beroperasi di beberapa negara tetapi memiliki hubungan strategis dengan perusahaan teknologi asal Taiwan, QMAX. Akuisisi ini menjanjikan dampak positif pada IHSG dalam jangka panjang dan juga memberi tekanan pada saham-saham lainnya di pasar.
Pada saat yang sama, ULTRANET Telecom mendapatkan manfaat dari pertumbuhan ekonomis dan teknologi global, serta meningkatnya permintaan layanan IT. IQSTEL memperkuat posisi mereka dalam industri dengan menambahkan saham yang dimiliki oleh QMAX ke portofolio investasi mereka.
Secara keseluruhan, akuisisi ini menunjukkan bahwa dalam ekonomi pasar saham global dan regional, aksi korporasi seperti ini sering kali mempengaruhi indeks berbagai perusahaan. Sebagai contoh, penurunan IHSG yang disebabkan oleh IPO RANS Incar mencoba mendapatkan dana Rp429 miliar tidak dapat dipisahkan dari efek dari akuisisi tersebut.
Akuisisi ini juga menandakan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara perusahaan teknologi internasional dan lokal dalam melanjutkan tren global untuk pengembangan layanan IT dan peningkatan jaringan digital. IQSTEL, dengan memiliki saham yang dimiliki oleh QMAX di ULTRANET Telecom, tampaknya berada dalam posisi yang strategis untuk mengikuti tren ini.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** ULTRANET Telecom
*Tanggal Source Berita: Rabu, 29 Juli 2026 19:34:36 WIB*