Saham BCA (BBCA) Dipertahankan Beli Usai Rilis Kinerja Keuangan Semester I-2026, Intip Target Harga Ini

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
JAKARTA, investortrust.id – Sejumlah sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), seiring dengan pelaporan kinerja keuangan semester I-2026 yang menunjukkkan perbaikan arah.

BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA dengan target harga dipangkas menjadi Rp 8.600 per saham dari sebelumnya Rp10.900. Dengan harga penutupan terakhir di Rp 6.225, saham BBCA masih memiliki potensi kenaikan sekitar 38,2%.

Rekomendasi beli saham BBCA juga diberikan Mandiri Sekuritas. Saham BBCA ditargetkan menuju level Rp 8.600, meski pertumbuhan laba emiten bank dengan kapitalisasi terbesar ini hanya mencatatkan pertumbuhan terbatas.

Gubernur BI Mundur, Bos BCA (BBCA) Berharap Pimpinan Baru Terus Dorong Ekonomi Nasional

Analis BRI Danareksa Sekuritas Nataniella Eva Kezia dan Victor Stefano mengatakan, penyesuaian target harga dilakukan setelah BRI Danareksa menurunkan asumsi cost of equity (CoE) menjadi minus satu standar deviasi, mencerminkan kenaikan tingkat bebas risiko (risk-free rate). Meski demikian, valuasi BBCA dinilai masih menarik dengan potensi penurunan yang terbatas.

Meski demikian BRI Danareksa Sekuritas tetap mempertahankan pandangan taktis (tactical view) overweight (OW) terhadap saham BBCA dalam tiga bulan ke depan. “Meskipun masih terdapat tekanan dari meningkatnya risiko negara dan arus keluar dana asing, valuasi BBCA telah berada di level yang menarik,” tulisnya.

Dari sisi fundamental, BBCA membukukan laba bersih sebesar Rp 14,9 triliun pada kuartal II-2026, relatif stabil dibandingkan kuartal sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu. Secara kumulatif, laba bersih semester I-2026 mencapai Rp 30,3 triliun, meningkat 2% secara tahunan (year on year/yoy) dan sesuai dengan estimasi BRI Danareksa maupun konsensus pasar.

Kinerja tersebut ditopang oleh rendahnya biaya kredit (cost of credit/CoC) yang mampu untuk mengimbangi tekanan terhadap net interest margin (NIM) serta kenaikan beban operasional. Sepanjang semester I-2026, BBCA mencatat CoC sebesar 0,4%, sementara kualitas aset membaik dengan rasio kredit bermasalah (NPL) dan loan at risk (LaR) yang lebih rendah, didorong oleh membaiknya kualitas kredit segmen wholesale.

Kinerja BCA (BBCA) Semester I 2026: Laba Rp 29,5 Triliun dan Kredit Tembus Rp 1.036 Triliun

Adapun, Mandiri Sekuritas dalam komentar hari ini menyebutkan bahwa prospek saham BBCA dinilai masih menarik meski pertumbuhan laba pada semester I-2026 relatif terbatas. Pe… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Rabu, 29 Juli 2026 11:12:00 WIB*