Kinerja Moncer Emiten Semen SMGR, INTP Cs Tersengat Program Kopdes hingga Sekolah Rakyat

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja emiten semen pada semester I/2026 menunjukkan tren yang positif ditopang pertumbuhan konsumsi semen yang mencapai dua digit, terutama berkat percepatan proyek-proyek pemerintah seperti Kopdes Merah Putih hingga Sekolah Rakyat.

Equity Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Andreas Kristo Saragih memaparkan, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) mencatat volume penjualan grup sebesar 18,3 juta ton pada semester I/2026 atau meningkat 5,6% YoY.

Penjualan domestik menjadi penopang utama dengan pertumbuhan 9,7% YoY menjadi 14,2 juta ton, sementara penjualan semen kantong domestik meningkat lebih tinggi, yakni 11,3% YoY menjadi 10,4 juta ton.

Sementara itu, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) membukukan volume penjualan 8,4 juta ton sepanjang semester I/2026 atau tumbuh 5% YoY.

Menurutnya pemulihan penjualan mulai terlihat pada Juni setelah perusahaan melakukan penyesuaian harga semen kantong lebih awal dan memperkuat bisnis mortar melalui kerja sama usaha (joint venture), sehingga pangsa pasarnya naik menjadi 29,2%, tertinggi sepanjang tahun ini.

“Penjualan semester I/2026 sesuai dengan ekspektasi. Konsumsi semen nasional sepanjang semester I/2026 juga mencapai 29,9 juta ton, meningkat 10,2% secara tahunan,” tulisnya dalam riset yang dikutip, Rabu (29/7/2026).

Realisasi konsumsi tersebut setara dengan sekitar 47% dari proyeksi konsumsi sepanjang 2026, sejalan dengan pola historis lima tahun terakhir yang berada pada kisaran 43%-47%.

Adapun penopang konsumsi semen nasional tersebut diperkuat oleh lonjakan konsumsi semen domestik pada Juni 2026 yang mencapai 5,5 juta ton, atau naik 13,1% YoY. Pertumbuhan terutama ditopang oleh segmen semen curah yang melonjak 19,9% YoY, sementara semen kantong tumbuh 10,4% YoY.

“Peningkatan permintaan juga didorong oleh kombinasi basis perbandingan yang rendah pada tahun lalu, kondisi cuaca yang lebih kondusif bagi aktivitas konstruksi, serta percepatan penyelesaian sejumlah proyek infrastruktur nasional,” tulisnya.

Berbagai program pemerintah menjadi motor utama pertumbuhan industri semen sepanjang semester pertama tahun ini. Pembangunan dapur MBG atau Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menopang permintaan semen kantong, sedangkan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Sekolah Rakyat, rekonstruksi wilayah Sumatra, hingga program pembangunan 3 juta rumah mendorong konsumsi semen curah.

Mirae Asset Sekuritas mempertahankan rekomendasi netral (Neutral) te… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Rabu, 29 Juli 2026 10:13:09 WIB*