Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
JAKARTA, KOMPAS.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan evaluasi mayor sejumlah indeks saham, termasuk Kompas100 pada Senin (27/7/2026).
Penting dicatat, rebalancing Indeks Kompas100 ini berlaku mulai 3 Agustus 2026.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Indonesia Abida Massi Armand menjelaskan, masuknya sembilan emiten baru ke indeks Kompas100 mencerminkan evaluasi berbasis likuiditas perdagangan secara berkala.
Selain itu, evaluasi juga berpegangan pada kapitalisasi pasar dan kualitas fundamental yang dilakukan dalam periode tertentu.
Ia juga memberikan catatan mengenai beberapa emiten yang dapat ditinjau oleh investor dalam rangka perubahan konstituen indeks ini.
Baca juga: BREN, DSSA, dan FILM Didepak dari Kompas100 Imbas Kepemilikan Saham Terkonsentrasi
Menurut dia, saham BFIN menarik sebagai multifinance dengan rekam jejak (track record) solid dan dividend yield konsisten.
“Diuntungkan pemulihan segmen kendaraan bermotor,” kata dia kepada Kompas.com, Selasa (28/7/2026).
Perlu dicatat, rebalancing Indeks Kompas100 ini berlaku mulai 3 Agustus 2026.
Selain itu, ia bilang saham GGRM masuk setelah restrukturisasi biaya yang mendorong pemulihan laba dari basis rendah.
Hal itu semakin didorong dengan katalis positif dari pemberantasan rokok ilegal yang semakin intensif.
Sementara itu, LSIP diuntungkan implementasi B50, atau jenis bahan bakar campuran nabati biodiesel sebesar 50 persen.
Ini merupakan mandatori pemerintah yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026.
Menurut Abida, keputusan tersebut mendorong permintaan Crude Palm Oil (CPO) domestik dengan neraca yang lebih bersih dibanding saham-saham serupa.
Baca juga: Masuk Indeks Kompas100, Akankah Harga 9 Saham Ini Melonjak? Ini Analisisnya
Dilansir dari pengumuman BEI, terdapat sembilan saham baru masuk menjadi konstituen Indeks KOMPAS100.
Sembilan saham tersebut adalah saham BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), Astralindo Nusantara Tbk (BIPI), Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), Indokom Strategi Investama Tbk (COIN), Merdeka Battery Materials Tbk (EMAS), Gudang Garam Tbk (GGRM), PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), RMK Energy Tbk (RMKE).
*Tanggal Source Berita: Rabu, 29 Juli 2026 06:11:00 WIB*