PT Midi Utama Indonesia Tbk, atau lebih dikenal dengan nama bisnisnya PT Djoko Susanto, meraih kinerja positif sepanjang semester pertama tahun 2026. Kinerja ini terlihat dari peningkatan laba bersih yang mencapai Rp485,97 miliar, naik 24,45% dibandingkan dengan Rp390,51 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Peningkatan ini juga didukung oleh pertumbuhan pendapatan bersih hingga mencapai Rp11,24 triliun, naik 8,39% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Dengan peningkatan laba sebesar Rp623,36 miliar, atau tumbuh 22,42%, dan laba sebelum pajak mencapai Rp606,33 miliar (menjatuhkan dari level Rp517,89 miliar pada semester pertama tahun 2025), perusahaan ini berhasil menutup akhir 2025 dengan total aset sebesar Rp9,27 triliun. Kenaikan ini terjadi setelah mencatatkan laba bersih sebesar Rp618,54 miliar di semester pertama tahun yang sama.
Untuk neraca perusahaan, naiknya aset menunjukkan peningkatan sekitar 1%, sedangkan liabilitas dan ekuitas meningkat juga masing-masing menjadi Rp4,64 triliun dan Rp4,63 triliun. Peningkatan ini mengonfirmasi fokus DJoko Susanto dalam menjaga produktivitas kebun sawit sebagai aspek penting untuk kinerja perusahaan.
Selain itu, dividen yang dikeluarkan oleh perusahaan ini mencapai Rp196,5 miliar sepanjang tahun 2025, atau hampir separuh dari total laba bersih. Dengan demikian, perseroan ini berhasil memperkuat posisi mereka di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menjadi salah satu emiten terbaik LQ45.
Pada kaitannya dengan Grup Chandra Asri, DJoko Susanto dikenal sebagai pendiri perusahaan yang lebih kecil namun telah berhasil menunjukkan efisiensi operasional dan manajemen dalam mengelola sumber daya berupa sawit. Ini membuka peluang untuk perseroan ini untuk menjadi bagian dari keluarga Chandra Asri Group di masa mendatang, memberikan potensi nilai tambah bagi kinerja perusahaan.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** MIDI
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Selasa, 28 Juli 2026 14:30:00 WIB*