PT Bumi Resources Tbk (BUMI), salah satu perusahaan pertambangan batubara terafiliasi dengan Grup Bakrie, telah mengumumkan penyelesaian divestasi saham di PT Citra Palu Mineral (CPM). Dalam proses ini, BUMI menjual 3,03% atau setara dengan sekitar Rp 151,99 miliar dari saham CPM kepada BRMS. Divestasi tersebut terjadi pada Senin, 29 Juni 2026.
Dua tahun sebelumnya, BUMI telah membeli saham di CPM, mencapai total kepemilikan saham sebesar 3,03%. Hal ini menandakan bahwa BUMI telah menjual kembali divestasi tersebut kepada BRMS. Dengan penyelesaian ini, BUMI tidak lagi memiliki kepemilikan saham di CPM dan secara teknis menjadi anak perusahaan dari BRMS.
Sebelumnya pada November 2025, BUMI juga mengakuisisi 100% saham PT Wolfram (tembaga), sementara Desember 2025 melibatkan penandatanganan kontrak untuk membeli 45% saham PT Laman Mining (bauksit) dengan cadangan mencapai 30 juta ton. BUMI juga merencanakan akuisisi pada perusahaan Loyal Metals di Australia senilai Rp 977 miliar, yang diperlukan untuk menambah eksposur ke sektor tembaga dan emas.
Dengan penyelesaian divestasi tersebut, BUMI terus berinovasi dengan menciptakan platform pertambangan terdiversifikasi. Perusahaan memiliki portofolio yang meliputi batu bara, tembaga, emas, bauksit, dan lainnya. Ini merupakan bagian dari visi perusahaan untuk mengakuisisi minyak dan gas di masa mendatang.
Pada 27 Juli 2026, BUMI menetapkan target divestasi yang lebih besar terkait pertambangan, termasuk akuisisi Loyal Metals senilai Rp 977 miliar. Selain itu, perusahaan juga merencanakan pembelian saham di emiten dan minyak dan gas untuk memperluas portofolio bisnisnya.
Pada saat divestasi CPM dilakukan, harga emas mencapai kisaran US$ 4.000 per troy ounce dan pasar tembaga sangat ketat secara struktural. Pilihan waktu tersebut dianggap tepat oleh BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), yang menilai akuisisi ini sebagai strategi positif untuk BUMI.
Dalam laporan dari BRIDS, harga saham BUMI saat ini berada pada kisaran Rp 175 per saham dan telah mengalami penurunan signifikan sejak awal tahun. Namun, BRIDS memandang bahwa nilai tersebut masih normalistik jika dibandingkan dengan rasio PE (Price to Earnings) yang historisnya mencapai lebih dari 500 kali dalam tiga tahun terakhir dan menunjukkan kinerja perusahaan yang berkelanjutan.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** BRMS, BUMI
* **Sentimen Negatif:** CPM
*Tanggal Source Berita: Senin, 27 Juli 2026 10:43:55 WIB*