ANALIS MARKET (27/7/2026): IHSG Berpeluang Kembali Menguat

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI)

Pasardana.id – Riset harian Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) menyebutkan, di pasar obligasi AS yaitu US investment-grade bond funds dan ETF mencatat outflow rekord sebesar USD 7,1 miliar dalam sepekan yang berakhir 22 Juli terbesar sepanjang sejarah setelah sebelumnya membukukan rekor one-day outflow USD 8,2 miliar pada 20 Juli.

Pemicunya straightforward: lonjakan harga minyak yang mendekati USD 100 per barel akibat serangan Houthi di Laut Merah dan ketegangan militer dengan Iran memunculkan kembali skenario inflasi yang sempat mereda, mendorong Treasury yields melonjak ke level tertinggi sejak Januari 2025, dengan 10-year yield menyentuh kisaran 4,70%.

Investment-grade bonds tertekan karena durasi panjang dan kupon rendahnya membuat instrumen ini lebih sensitif terhadap pergerakan suku bunga dibanding high-yield debt sementara high-yield bond funds justru menarik inflow sekitar USD 534 juta di periode yang sama.

US dollar index sempat menyentuh one-month high di 101,5 sebelum akhirnya pullback tipis seiring koreksi harga energi, tetapi tekanan inflasi dari jalur oil price ini yang membuat ekspektasi Fed rate hike bulan ini kembali menghangat meski secara pribadi saya cenderung menilai the Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan 29 Juli, mengingat inflasi AS sudah turun ke 2,6% di Juni dari 2,9% di Mei, jauh di bawah ekspektasi 2,8%.

Sementara itu, di sisi domestik, IHSG melemah -1,8% di hari Jumat tetapi secara mingguan masih mencatatkan penguatan tipis +0,34% sebuah gambaran market yang sedang dalam fase tug-of-war antara tekanan eksternal dan pemulihan sentimen lokal yang perlahan terbentuk.

Bank Indonesia pada RDG 21–22 Juli memutuskan untuk menahan BI Rate di 5,75%, alih-alih menaikkan kembali, dan sebagai gantinya meluncurkan paket insentif yang lebih luas termasuk penurunan biaya hedging valas dan perluasan insentif bagi investor portofolio asing.

Keputusan ini secara eksplisit menjadi katalis positif IHSG sempat melompat 1,2% ke 6.405 pada Kamis, menyentuh level tertinggi dalam lima minggu dan membuka potensi masuk ke bull market dari titik terendah awal Juni sebuah respons yang mengkonfirmasi bahwa pasar ekuitas domestik saat ini lebih sensitif terhadap sinyal kebijakan BI dibanding tekanan eksternal jangka pendek.

Likuiditas yang mulai pulih dengan rata-rata nilai transaksi 20 hari di atas Rp12 triliun menjadi konfirmasi tamba… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Senin, 27 Juli 2026 07:29:00 WIB*