Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Untuk Masuk dan Daftar akan kami arahkan ke laman Subscribe Investor Daily
JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melemah untuk menguji level 6.000-6.100, pada perdagangan, Senin (27/7/2026).
Indeks di bursa Wall Street ditutup mixed pada perdagangan Jumat (24/7/2026). Saham-saham produsen chip masih melemah, namun investor juga mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah.
Sebelumnya Presiden Trump mengatakan akan segera mengambil keputusan apakah akan melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran, setelah konflik meluas di Laut Merah.
Harga minyak koreksi setelah diberitakan bahwa Pakistan sedang mempertimbangkan jalur untuk memulai negosiasi perdamaian baru antara AS dan Iran, dengan dorongan yang diprakarsai oleh China.
Pemerintahan Trump memberlakukan tarif terhadap barang-barang lebih dari 80 negara, dengan alasan negara-negara tersebut gagal melarang praktik kerja paksa (24/7/2026).
Tarif baru ini berlaku untuk mitra dagang yang mencakup 99,4% perdagangan AS. Namun hanya beberapa jam tarif tersebut diberlakukan, sudah mendapatkan gugatan hukum dari dua usaha kecil.
Pada pekan ini, perhatian investor global masih akan tertuju pada perkembangan konflik AS-Iran, seiring indikasi perundingan akan dimulai di tengah konflik yang semakin meluas.
Investor juga akan mencermati pertemuan the Fed, data ekonomi AS termasuk PDB kuartal II-2026 dan PCE Prices, serta laporan kinerja keuangan sejumlah perusahaan teknologi besar.
Dari Eropa, akan dirilis data PDB dan inflasi Zona Euro serta keputusan moneter Bank of England. Sedangkan dari Asia, investor akan menantikan keputusan suku bunga Bank of Japan serta China akan mengadakan pertemuan Politbiro untuk evaluasi pertengahan tahun.
Selain mencermati perkembangan geopolitik dan data ekonomi global, investor akan mencermati earning season kuartal II-2026 dan aksi korporasi emiten.
“IHSG masih berpotensi melemah untuk menguji level 6.000-6.100, terutama jika didukung sejumlah sentimen negatif termasuk konflik AS-Iran yang memanas, harga minyak yang kembali menguat, serta tarif tambahan dari AS,” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasan, Senin (27/7/2026).
Phintraco Sekuritas memberikan rekomendasi saham BBCA, TPIA, BULL, AKRA, TOWR dan BRIS untuk trading, Senin (27/7/2026).
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
*Tanggal Source Berita: Senin, 27 Juli 2026 07:31:22 WIB*