Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan melakukan rebalancing (kocok ulang) konstituen Indeks Kompas100 pada akhir Juli 2026. Evaluasi ini untuk memastikan indeks tetap mencerminkan saham-saham dengan likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar besar, serta fundamental yang baik.
Menjelang pengumuman hasil rebalancing terbaru, pelaku pasar pun mulai mencermati saham-saham yang berpotensi masuk maupun keluar dari indeks tersebut.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah, mengatakan saham-saham yang akan dikeluarkan dan dimasukkan dari Kompas100 sepenuhnya berdasarkan perhitungan dan evaluasi dari BEI.
Ada beberapa saham yang berpotensi masuk dalam indeks Kompas100, salah satunya PT Multipolar Technology Tbk (MLPT). Alasannya, saham ini belakangan terlihat cukup aktif diperdagangkan. Tingginya aktivitas transaksi menjadi salah satu syarat dalam seleksi saham untuk masuk ke indeks bursa.
“Saya sempat lihat beberapa, ada saham yang cukup ramai gitu ya, dia cukup ramai, diperdagangkan, salah satu syarat untuk masuk Kompas100 itu MLPT tapi saya nggak tahu apakah MLTP,” ujar Hari dalam program Obrolan Newsroom Kompas.com, Jumat (24/7/2026).
Baca juga: Saham Mitratel Jadi Anggota Baru Indeks IDX80 dan Kompas100
Kendati, masuk atau keluar saham masih harus menunggu hasil evaluasi BEI. Sebab, penentuan konstituen indeks tidak hanya didasarkan pada tingginya aktivitas transaksi, tetapi mempertimbangkan berbagai kriteria lain, terutama aspek fundamental perusahaan serta sejumlah filter yang diterapkan dalam proses seleksi.
Karena itu, MLTP menjadi salah satu saham yang menarik untuk dicermati.
“Ini dia bisa masuk ke Kompas100 atau nggak gitu, karena pasti ada banyak filter lagi selain dari transaksi, yaitu fundamentalnya gitu, jadi mungkin kalau menurut saya MLTP cukup menarik gitu, apakah dia bisa masuk ke Kompas100 atau nggak gitu,” paparnya.
Indeks Kompas100 merupakan indeks di pasar saham Indonesia yang memuat 100 saham, berkolaborasi dengan Kompas Gramedia Group. Eksistensi indeks ini ada sejak Agustus 2007.
Sejumlah 100 saham yang masuk ke daftar Indeks Kompas100 ini memiliki likuiditas tinggi, nilai kapitalisasi pasar yang besar, sekaligus fundamental dan kinerja yang baik.
Adanya indeks ini dapat menjadi acuan terutama investor baru dalam melihat ke arah mana pasar bergerak dan kinerja portofolio investasinya. Selain itu, daftar saham yang masuk indeks ini juga selalu dievaluasi dan diperbaharui secara berkala.
E… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Senin, 27 Juli 2026 06:23:00 WIB*