Shein Berbalik Rugi Jelang IPO, Bisnis Tertekan Tarif Impor AS

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
KOMPAS.com – Shein membukukan rugi bersih 99 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,77 triliun pada kuartal I 2026. Kinerja tersebut berbalik dari laba bersih 395 juta dollar AS atau sekitar Rp 7,08 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Laporan keuangan pra-penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) yang dirilis Minggu (27/7/2026) menunjukkan bisnis Shein tertekan setelah Amerika Serikat (AS) menghapus fasilitas bebas bea untuk paket impor bernilai rendah. Perusahaan juga membukukan beban akuntansi satu kali dalam jumlah besar.

Dokumen itu disiapkan sebagai bahan presentasi kepada calon investor menjelang IPO Shein di Bursa Hong Kong.

Meski demikian, perusahaan belum mengumumkan jumlah saham yang akan dilepas, kisaran harga penawaran, jadwal pencatatan, maupun target dana yang ingin dihimpun.

Shein memperoleh persetujuan dari Komisi Regulasi Sekuritas China atau China Securities Regulatory Commission (CSRC) pada 10 Juli 2026. Persetujuan tersebut membuka jalan bagi perusahaan untuk melantai di Bursa Hong Kong setelah rencana IPO di New York dan London tidak terwujud.

Baca juga: Harga Produk Shein dan Temu Naik di AS, Imbas Tarif Tinggi Trump terhadap China

Laporan keuangan tersebut menggambarkan tantangan yang dihadapi Shein di tengah perlambatan pertumbuhan, kenaikan biaya operasional, serta pengawasan regulasi yang semakin ketat di sejumlah pasar utama.

Sebagian besar kerugian kuartal pertama berasal dari pencatatan beban nilai wajar sebesar 328 juta dollar AS atau sekitar Rp 5,88 triliun.

Beban tersebut berkaitan dengan saham preferen yang dapat dikonversi dan ditebus kembali. Saham jenis ini dimiliki investor sebelum IPO dan nilainya dapat berubah sebelum dikonversi menjadi saham biasa.

Penurunan valuasi juga masih membayangi perusahaan.

Shein, yang menjual gaun mulai 5 dollar AS atau sekitar Rp 89.610 dan celana jins mulai 10 dollar AS atau sekitar Rp 179.220 di sekitar 160 negara, mengalami penurunan valuasi setelah lonjakan belanja daring pada masa pandemi mereda.

Reuters sebelumnya melaporkan Shein membidik valuasi sekitar 40 miliar dollar AS hingga 50 miliar dollar AS atau sekitar Rp 716,88 triliun hingga Rp 896,10 triliun dalam IPO di Hong Kong.

Target tersebut jauh lebih rendah dibandingkan valuasi sekitar 100 miliar dollar AS yang pernah diraih perusahaan dalam putaran pendanaan pada 2022.

Baca juga: Trump Siapkan Serangan Tarif Baru, Dunia Bersiap Hadapi Babak Baru Perang Dagang

Shein mengakui pencabutan fasil… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Senin, 27 Juli 2026 05:47:00 WIB*