Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja emiten properti diproyeksi bakal terbantu dari aset pendapatan berulang alias recurring income di era suku bunga tinggi.
Asal tahu saja, Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan di level 5,75%.
PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) mengaku akan terus mencermati perkembangan suku bunga Bank Indonesia (BI). Namun, hingga saat ini, MTLA belum merevisi target tahun 2026 karena permintaan dari segmen end-user masih ada.
“Ini didukung insentif PPN DTP serta program pembiayaan dari perbankan,” katanya kepada Kontan, Jumat (24/7/2026).
Baca Juga: Indeks Kompas100 Ungguli IHSG Sebulan Terakhir, Cek Rekomendasi Sahamnya
Sepanjang semester I-2026, MTLA membukukan marketing sales sebesar Rp 997 miliar. Angka ini telah mencapai hampir 50% dari target tahunan yang dibidik sebesar Rp 2 triliun.
Segmen pengembangan properti dan recurring income juga diakui sama-sama menjadi penopang kinerja MTLA.
“Untuk tahun 2026, kontribusi pendapatan ditargetkan sekitar 70% berasal dari segmen pengembangan properti dan 30% dari recurring income,” paparnya.
Sementara itu, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mengakui bahwa memperkuat aset recurring menjadi salah satu strategi di era suku bunga tinggi ini.
Terbaru, CTRA baru saja meresmikan Ciputra Cancer Center melalui kemitraan strategis bersama Singapore Medical Group (SMG) dan Curie Oncology. Layanan onkologi itu berlokasi di Ciputra Hospital CitraGarden City, Jakarta Barat. Ini adalah Ciputra Cancer Center kedua setelah Ciputra Cancer Center pertama yang berlokasi di Ciputra Hospital Surabaya beroperasi sejak pertengahan tahun 2025.
Namun memang, aset recurring, termasuk dari segmen kesehatan, porsi kontribusinya hanya sekitar 10%-15% ke pendapatan CTRA secara keseluruhan.
“Peluncuran ini lebih sebagai bagian dari pengembangan kawasan untuk calon pembeli. Kebutuhan healthcare sangat penting untuk menjadi keputusan apakah suatu kawasan layak huni,” kata Direktur Ciputra, Nararya Ciputra Sastrawinata saat ditemui KONTAN, beberapa waktu lalu.
Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Adrian Djie memandang, segmen recurring income akan berperan penting dalam menopang stabilitas pendapatan emiten properti.
“Selain itu, mengingat pengakuan pendapatan dari marketing sales baru dibukukan pada saat serah terima unit, terdapat potensi pertumbuhan pendapatan dari emiten yang mencetak rekam jejak marketing sales yang kuat di tahun-tahun… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Minggu, 26 Juli 2026 18:22:05 WIB*