Saham BRPT Diburu Investor Asing Saat BEI Dilanda Aksi Jual

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Aksi jual bersih atau net sell investor asing senilai Rp 3,3 triliun melanda Bursa Efek Indonesia dalam sepekan terakhir. Namun, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) milik konglomerat Prajogo Pangestu justru menjadi incaran utama investor luar negeri.

Berdasarkan data Stockbit Sekuritas per Minggu, 26 Juli 2026, investor asing mencatatkan transaksi beli bersih sebesar Rp 209,3 miliar pada saham BRPT di pasar reguler selama periode 20-24 Juli 2026, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Nilai pembelian bersih pada saham BRPT tersebut menjadi yang tertinggi di bursa. Posisi berikutnya ditempati oleh saham PT Antam Tbk (ANTM) dengan nilai net buy asing Rp 99,6 miliar, serta emiten Prajogo Pangestu lainnya, PT Petrosea Tbk (PTRO), yang mencatatkan net buy Rp 95,1 miliar.

Aksi borong asing pada saham tertentu ini terjadi di tengah pembalikan arah arus modal luar negeri. Pada pekan sebelumnya, bursa domestik sempat mencatat pembeli bersih asing sebesar Rp 442 miliar sebelum akhirnya beralih ke tekanan jual.

Pergerakan harga saham BRPT sendiri ditutup melemah 2,5% ke level Rp 1.745 pada perdagangan Jumat, 24 Juli 2026. Meski terkoreksi harian, saham BRPT masih menguat 2,9% dalam sepekan dan naik 4,1% dalam sebulan, walaupun secara akumulasi year to date masih terkoreksi 46,6%.

Maybank Sekuritas menilai momentum pergerakan saham-saham grup Prajogo Pangestu mulai kembali memikat pasar. Sektor ini diperkirakan bergerak berkat dorongan saham BRPT yang berkaitan dengan indeks MSCI.

Faktor lain yang menjadi perhatian pelaku pasar adalah tingkat valuasi saham yang dinilai menarik setelah terjadinya koreksi besar pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

Selain itu, terdapat rencana ekspansi melalui potensi akuisisi saham Energy Development Corp (EDC) asal Filipina oleh anak usaha grup, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).

Pihak First Gen Corp selaku induk usaha Energy Development Corp telah mengonfirmasi dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Filipina bahwa BREN mengajukan penawaran tidak mengikat dengan nilai ekuitas sekitar US$ 5 miliar.

*Tanggal Source Berita: Minggu, 26 Juli 2026 12:11:22 WIB*