FORU Kantongi Restu Rights Issue Rp27,1 Triliun dan Akuisisi Borneo Prima

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Bisnis.com, JAKARTA — PT Fortune Indonesia Tbk. (FORU) memperoleh restu pemegang saham untuk menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue senilai Rp27,1 triliun.

Persetujuan tersebut menjadi bagian dari transformasi perseroan menjadi perusahaan induk (holding) pertambangan batu bara melalui akuisisi PT Borneo Prima (BP).

Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 22 Juli 2026, pemegang saham menyetujui peningkatan modal dasar menjadi maksimal Rp50 triliun serta peningkatan modal ditempatkan dan disetor melalui PMHMETD I.

“RUPS juga memberikan kewenangan kepada direksi untuk menetapkan jumlah saham yang diterbitkan, harga pelaksanaan rights issue, rasio HMETD, jadwal pelaksanaan, hingga penggunaan dana hasil aksi korporasi tersebut” papar manajemen FORU dalam keterbukaan informasi, Jumat (24/7/2026).

Perseroan sebelumnya mengungkapkan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 215,09 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham dan harga pelaksanaan Rp126 per saham. Dengan asumsi seluruh saham baru terserap, FORU berpotensi menghimpun dana sekitar Rp27,10 triliun.

Dari total dana tersebut, sekitar 76,81% atau senilai Rp20,82 triliun akan digunakan untuk memperoleh 49% saham PT Borneo Prima milik IMR Asia Holding Pte. Ltd. melalui mekanisme penyetoran modal dalam bentuk selain uang (inbreng).

Langkah tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi yang akan mengubah Fortune Indonesia menjadi holding pengembangan usaha pertambangan batu bara.

Sejalan dengan rencana tersebut, pemegang saham dalam RUPS juga menyetujui perubahan kegiatan usaha FORU dari bisnis media dan percetakan yang dijalankan melalui entitas anak menjadi aktivitas perusahaan holding.

Selain itu, RUPS menyetujui studi kelayakan yang disusun KJPP Kusnanto & Rekan serta perubahan anggaran dasar perseroan untuk menyesuaikan perubahan kegiatan usaha tersebut.

Pada agenda ketiga, pemegang saham turut menyetujui penerimaan pengalihan 10.780 saham Seri A atau setara 49% kepemilikan PT Borneo Prima milik IMR Asia Holding Pte. Ltd. melalui mekanisme inbreng.

“Transaksi tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan rights issue sekaligus transformasi bisnis FORU ke sektor pertambangan batu bara,” imbuh manajemen FORU.

Adapun sisa dana yang diperoleh dari pelaksanaan HMETD oleh pemegang saham publik akan disalurkan dalam bentuk pinjaman kepada PT Borneo Prima.

Dana tersebut akan digunakan untuk memenuhi keb… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Jumat, 24 Juli 2026 17:33:40 WIB*