PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., atau BTN, terus mengambil langkah strategis untuk memperluas portofoliokreditnya. Sejak beberapa waktu lalu, BTN telah melanjutkan proses akuisisi dari portofolio kredit dari bank lain, menunjukkan minat kuat pada ekspansi bisnis mereka. Akhir Juni 2026, BTN memiliki aset senilai Rp545,16 triliun atau naik 3,29% dari posisi akhir Desember 2025 yang sebesar Rp527,79 triliun. Dalam hal laba bersih, BBTN mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,4 triliun pada semester I 2026, tumbuh 40,77% secara tahunan (yoy) dari laba bersih semesta yang hanya sebesar Rp1,7 triliun pada semester I tahun lalu. Dengan penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasian BTN naik 11,2% (yoy), mayoritas kredit emiten BBTN ini disalurkan ke sektor perumahan dengan nilai Rp332,88 triliun atau meningkat 4,8%, sementara kredit non-perumahan melonjak 46,1% (yoy) menjadi Rp85,22 triliun pada periode ini. Meskipun NPL BTN sejauh ini tercatat 2,99% pada semester I 2026, turun dari 3,3% pada semester I 2025.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** BBTN
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Selasa, 21 Juli 2026 11:01:00 WIB*