PT Saranacentral Bajatama Tbk., atau lebih dikenal sebagai BAJA, telah mengumumkan rencana aksi korporasi melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Rencana tersebut bertujuan untuk mengumpulkan sekitar Rp450 miliar yang akan digunakan untuk melunasi utang kepada PT Sarana Steel sebagai bagian dari strategi memperkuat struktur permodalan dan menyehatkan neraca keuangan.
BAJA menargetkan penghimpunan dana hingga Rp450 miliar melalui rights issue. Mayoritas dana yang diperoleh akan digunakan untuk melunasi utang kepada PT Sarana Steel sebesar Rp445,32 miliar. Sisanya, sekitar Rp4,68 miliar, akan dialokasikan untuk modal kerja dan pembelian bahan baku. Setelah dikurangi biaya emisi, dana bersih untuk modal kerja diproyeksikan sekitar Rp2,58 miliar.
Menurut Direktur BAJA, Jonathan Suwandi Jusuf, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi de-leveraging di tengah tingginya volatilitas pasar dan ketidakpastian ekonomi global. Dengan melunasi utang kepada PT Sarana Steel, BAJA berharap dapat mengurangi beban keuangan secara signifikan. Ini akan meningkatkan potensi laba di masa mendatang yang dapat dinikmati oleh para pemegang saham.
Harga pelaksanaan rights issue sebesar Rp500 per saham juga menjadi perhatian Bursa Efek Indonesia (BEI) karena berada di atas kisaran nilai wajar saham BAJA. Menurut Jonathan, harga tersebut telah dipertimbangkan mempertimbangkan kondisi fundamental perseroan pascarestrukturisasi keuangan.
Dengan seluruh proses restrukturisasi yang telah dilalui, nilai ekuitas BAJA diproyeksikan meningkat menjadi sekitar Rp460,87 miliar dari posisi sebelumnya pada 31 Maret 2026. Sementara itu, harga pelaksanaan rights issue ini juga diperkirakan berada di atas kisaran nilai wajar saham BAJA yang diperkirakan berada pada level Rp116 hingga Rp197 per saham.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** BAJA
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Senin, 20 Juli 2026 13:40:00 WIB*