Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
JAKARTA, KOMPAS.com- Emiten perkebunan dinilai menjadi salah satu sektor yang diuntungkan oleh fenomena El Nino.
Potensi penurunan produksi kelapa sawit akibat musim kemarau panjang dinilai mendorong kenaikan harga crude palm oil (CPO), sehingga prospek saham-saham perkebunan semakin menarik.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi, menilai perkebunan (plantation) merupakan salah satu sektor yang paling menarik untuk dicermati investor. Prospek positif sektor ini didorong oleh fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung sejak pertengahan 2026 hingga awal 2027.
“Nah ada salah satu sektor yang sebenarnya menarik untuk kita perhatikan, yaitu sektor plantation atau sektor perkebunan. Kenapa sektor perkebunan ini menarik? Nah kalau kita lihat ya ternyata di tahun 2026 ini terutama dari pertengahan tahun sampai dengan kurang lebih awal tahun 2027 nanti itu bisa dibilang sedang berlangsung yang namanya El Nino,” ujar Imam dalam sesi wawancara dengan Kompas.com dalam program Obrolan Newsroom, Jumat (17/7/2026).
Baca juga: Smart Money Cabut Rp 317 Miliar dari Saham RANS, JELI Rp 98 Miliar, Ada Apa?
Untuk diketahui, El Nino merupakan fenomena iklim yang ditandai dengan curah hujan yang lebih rendah dari normal atau musim kemarau yang berlangsung lebih panjang. Kondisi ini umumnya berdampak pada penurunan produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.
Berkurangnya produksi TBS bisa mengurangi pasokan bahan baku minyak sawit, sehingga mendorong kenaikan harga CPO di pasar.
Menurut Imam, potensi kenaikan harga CPO semakin kuat karena didukung implementasi program biodiesel B50 yang meningkatkan kebutuhan minyak sawit untuk campuran bahan bakar.
“Nah ini biasanya ketika terjadi fenomena yang namanya El Nino ini, produksi daripada tandan buah segar itu akan relatively mengalami penurunan. Which itu juga akan berpengaruh terhadap harga daripada CPO, harga CPO akan naik terlebih didukung juga oleh program biodiesel dari pemerintah yaitu di B50,” paparnya.
Baca juga: Saham IPO Sering ARA Berkali-kali, Analis Ingatkan Ritel Jangan Terjebak Hype
El Nino pada 2026 diperkirakan berada pada kategori yang kuat, dengan diproyeksikan paling terasa pada periode Oktober-Desember.
Di sisi lain, Imam menilai valuasi saham-saham sektor perkebunan saat ini masih tergolong menarik. Selain diperdagangkan pada valuasi yang belum mahal, harga saham (price action) sektor ini juga masih menawarkan risk to reward ratio yang baik, yakni potensi keuntungan yang … [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Senin, 20 Juli 2026 06:11:00 WIB*