Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menurun sekitar 2% pada perdagangan Jumat, melemahkan ke level 5.760 setelah mulai menunjukkan tren pelemahan sejak awal sesi. Turunan tersebut mencerminkan aksi jual massal yang terjadi di pasar, dengan IHSG sempat berbalik arah menuju penurunan lebih besar dari awal perdagangan. Namun, pergerakan ini tidak mengubah kinerja IHSG dari posisi sebelumnya yang masih berada di kisaran level support, menunjukkan bahwa momentum negatif masih menjadi sentimen utama dalam pasar saham. Penurunan tersebut mencerminkan aksi jual yang cukup signifikan, dengan pergerakan IHSG turun hampir 3% dari posisi awal perdagangan.
Namun, seiring dengan penurunan IHSG, nilai rupiah masih berhasil menunjukkan kekuatan kembali di pasar. Meskipun dolar AS mencapai level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir, pergerakan IHSG yang melemah tidak mempengaruhi nilai tukar rupiah secara signifikan. Kondisi ini mengisyaratkan bahwa sentimen positif terkait inflasi dan penurunan harga aset didorong oleh sejumlah data ekonomi yang positif, masih berlaku di pasar modal Indonesia.
Pertumbuhan negatif dalam IHSG ini juga disebabkan oleh sejumlah aksi korporasi. Perhatian khusus diberikan kepada IPO EMMI di mana PT Repowe… Direktur terlibat dalam IPO tersebut telah memutuskan untuk menjual sahamnya dengan jumlah mencapai dua juta saham, sebuah peristiwa yang tidak hanya menarik perhatian investor, tetapi juga menjadi bagian dari aksi korporasi dan pemindahan posisi oleh manajemen.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Jumat, 17 Juli 2026 10:30:20 WIB*