Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
KOMPAS.com – Saham Netflix anjlok lebih dari 8 persen pada perdagangan setelah bursa (after-hours) setelah perusahaan memberikan proyeksi pendapatan kuartal III 2026 yang berada di bawah ekspektasi analis.
Meski laba kuartal II melampaui perkiraan, proyeksi pendapatan untuk kuartal III yang lebih rendah dari ekspektasi memicu kekhawatiran investor terhadap laju pertumbuhan perusahaan.
Dilansir dari Bloomberg, Jumat (17/7/2026), Netflix membukukan pendapatan sebesar 12,56 miliar dollar AS pada kuartal II 2026, naik 13,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca juga: Netflix, Disney, YouTube Berebut Hak Siar Piala Dunia FIFA, Nilainya Tembus Rp 35 Triliun
Namun, realisasi tersebut sedikit di bawah konsensus Bloomberg sebesar 12,58 miliar dollar AS. Laju pertumbuhan pendapatan juga melambat dibandingkan kenaikan 16,2 persen pada kuartal I 2026.
Sementara itu, laba per saham (earnings per share/EPS) mencapai 0,80 dollar AS, sedikit lebih tinggi dari ekspektasi analis sebesar 0,79 dollar AS dan meningkat dibandingkan 0,73 dollar AS pada periode yang sama tahun lalu.
Meski berhasil melampaui proyeksi laba, saham Netflix telah terkoreksi sekitar 40 persen dalam 12 bulan terakhir. Perusahaan juga mengakui industri hiburan digital masih menghadapi persaingan yang semakin ketat.
“Kami berupaya tetap unggul dengan berfokus pada tiga hal, yaitu menghadirkan nilai hiburan yang lebih baik, memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan seluruh aspek layanan, dan meningkatkan monetisasi,” tulis manajemen Netflix dalam laporan keuangannya.
Baca juga: Netflix Batal Akuisisi Warner Bros, Jalan Paramount Makin Terbuka
Kekhawatiran investor terutama dipicu oleh proyeksi kinerja Netflix untuk kuartal III 2026.
Perusahaan memperkirakan pendapatan sebesar 12,86 miliar dollar AS, lebih rendah dibandingkan estimasi Wall Street sebesar 13 miliar dollar AS.
Netflix juga memproyeksikan laba per saham sebesar 0,82 dollar AS, di bawah perkiraan analis yang mencapai 0,84 dollar AS.
Sementara untuk sepanjang 2026, perusahaan mempertahankan target pendapatan di kisaran 51 miliar dollar AS hingga 51,4 miliar dollar AS, relatif sejalan dengan proyeksi sebelumnya sebesar 50,7 miliar dollar AS hingga 51,7 miliar dollar AS.
Secara regional, pasar Amerika Serikat dan Kanada yang menjadi penyumbang pendapatan terbesar hanya mencatat pertumbuhan 10 persen secara tahunan pada kuartal II.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan laju pertumbuhan kawasan tersebut dalam empat k… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Jumat, 17 Juli 2026 08:38:00 WIB*