Bank Raya (AGRO) Terusikkan Proses Pembelian Kembali Saham

PT Bank Raya Indonesia Tbk., salah satu bank swasta terbesar di Indonesia, telah mengakui gagal dalam melanjutkan program pembelian kembali saham (buyback). Selain itu, perseroan juga menyatakan bahwa masih tersisa anggaran sebesar Rp17.28 miliar untuk proses buyback tersebut.

Sebelumnya pada tahun 2026, Bank Raya telah menggelar program buyback dengan alokasi dana sebesar Rp17.28 miliar, bertujuan untuk memperbaiki nilai saham dan stabilisasi pasar. Namun, berbagai faktor seperti kebijakan pemerintah yang mengubah aturan atau kondisi ekonomi yang tidak bisa diprediksi, telah membuat proses buyback tersebut tak kunjung dilanjutkan.

Pada periode Juli sampai September 2026, Bank Raya berhasil membeli sebanyak 10.81 juta saham dari kapitalisasi pasar yang ada. Namun, setelah melakukan pembelian ini, masih tersisa anggaran Rp17.28 miliar untuk proses buyback tersebut.

Sejak awal tahun, Bank Raya telah menggencarkan program buyback sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan kinerja dan stabilitas harga saham. Namun, berbagai faktor eksternal seperti kebijakan pemerintah yang mungkin mempengaruhi pasar, serta kondisi ekonomi global yang tidak bisa diprediksi telah menunjukkan bahwa proses buyback ini kurang tepat waktu.

**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** AGRO

*Tanggal Source Berita: Kamis, 16 Juli 2026 11:14:10 WIB*