Prodia Diagnostic Line Masuk UMA Setelah IPO yang Melonjak

PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), atau lebih dikenal sebagai Proline, telah resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada Kamis, 9 Juli 2026. Penawaran umum perdana (IPO) mereka berhasil menarik perhatian pasar dengan harga final sebesar Rp120 per saham. Meski demikian, penutupan perdagangan Rabu, 15 Juli 2026 menyebabkan saham PRDL melonjak hingga 24,71%, atau mencapai level Rp424 per saham. Ini telah membuat saham Proline masuk dalam daftar pantauan Unusual Market Activity (UMA) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Penasihat BEI menyatakan bahwa peningkatan harga yang di luar kebiasaan ini tidak berarti adanya pelanggaran peraturan pasar modal. Namun, BEI tetap memantau perkembangan pola transaksi saham tersebut dan meminta investor untuk selalu waspada. Pasar ini juga memberikan catatan bahwa perseroan telah mencatatkan 497,9 juta saham baru, dengan porsi saham beredar di publik sekitar 30%, serta mengalokasikan 25 juta saham melalui skema Employee Stock Allocation (ESA). Dengan harga penawaran IPO Rp120 per saham dan dana yang dibawa hampir mencapai Rp59,75 miliar, ini menandakan bahwa IPO Proline telah sukses meningkatkan kualitas tata kelola di antaranya. Untuk memastikan investor mengambil keputusan investasi mereka dengan benar, BEI juga memberi wewenang kepada manajemen PRDL untuk konfirmasi dan menjelaskan rencana aksi korporasinya.

**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** PRDL
* **Sentimen Negatif:** –

*Tanggal Source Berita: Kamis, 16 Juli 2026 07:28:28 WIB*