Seiring dengan berlangsungnya Initial Public Offering (IPO) SpaceX yang menggeser Amazon dan Microsoft dari posisi mereka sebagai perusahaan dengan nilai pasar tertinggi di Amerika Serikat, perhatian kembali dipusatkan pada saham kontraktor pertahanan. Pada tanggal 12 Juni 2026, DPR AS sedang melakukan diskusi mendalam tentang kemungkinan larangan pembelian saham oleh entitas pihak luar dalam RUU penting tersebut.
Perusahaan SpaceX, yang telah meluncurkan IPO dengan sukses, sebelumnya juga mengalami transaksi saham yang tidak biasa. CEO Elon Musk telah menjual sejumlah saham senilai $1,2 juta sebelum IPO berlangsung, menarik perhatian publik dan investor.
Di sisi lain, entitas Lightspeed yang terlibat dalam IPO Netskope juga mengkonfirmasi penjualan saham mereka. Transaksi ini memperkuat rumor bahwa CEO Lightspeed telah menjual saham senilai $2,8 juta sebelum IPO tersebut berlangsung.
Permasalahan transparansi saham perusahaan pertahanan yang semakin mendapatkan perhatian dari pemerintah AS menjadi isu penting dalam RUU baru. Dengan demikian, DPR AS mulai membahas potensi larangan pembelian saham kembali oleh entitas-entitas yang bekerja sama dengan kontraktor pertahanan sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan transparansi dan kejujuran di pasar saham.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** SPAC
*Tanggal Source Berita: Kamis, 16 Juli 2026 07:07:30 WIB*