Wall Street Turun Saat Saham Chip Tertekan

Indeks saham Amerika Serikat atau Wall Street berakhir menguat pada perdagangan Senin (24/6), menutup dengan rekor penutupan tertinggi sepanjang masa. Kenaikan ini didorong oleh penguatan saham teknologi, khususnya perusahaan-perusahaan semikonduktor dan AI. Indeks Dow Jones Industrial Average mencapai level tertingginya dalam periode terakhir.

Namun, sentimen pasar mulai berbalik pada perdagangan Senin (24/6). Kenaikan Wall Street ditutupi dengan penurunan saham teknologi chip yang disebabkan oleh konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Konflik ini mengakibatkan harga minyak membalik ke level tertinggi dalam sekitar satu bulan terakhir, yang telah mempengaruhi kinerja pasar.

Kondisi ini juga didorong oleh laporan keuangan emiten-emiten besar yang melampaui ekspektasi. BlackRock menjadi salah satu motor utama setelah sahamnya melonjak 5,9 persen berkat laba dan pendapatan kuartalan yang melampaui proyeksi analis. Saham Bank of New York Mellon juga menguat sekitar 4,6 persen setelah membukukan kinerja keuangan di atas ekspektasi. Namun, Elevance Health justru terkoreksi 8,9 persen meski berhasil membukukan laba dan pendapatan yang melampaui proyeksi pasar.

Sentimen ini menunjukkan bahwa Wall Street memiliki kedaulatan untuk menguat sejauh laporan keuangan emiten-emiten besar telah mencapai ekspektasi. Namun, situasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran terus mempengaruhi kinerja pasar, dengan perusahaan-perusahaan semikonduktor menjadi korban utama dari penurunan harga minyak.

**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** AAPL, NVDA, BKR, WFC, JPM
* **Sentimen Negatif:** ELECG

*Tanggal Source Berita: Kamis, 16 Juli 2026 03:16:19 WIB*