DBS Optimistis Pasar Saham RI Bangkit, IHSG Diproyeksi Menuju 8.000 di Akhir Tahun

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bank DBS Indonesia memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat hingga level 8.000 pada akhir 2026. Proyeksi tersebut disusun setelah memperhitungkan berbagai sentimen global yang membayangi pasar sejak awal tahun.

Head of Investment and Insurance Product DBS Indonesia Djoko Soelistyo mengatakan, target tersebut merupakan skenario yang paling realistis berdasarkan kajian Chief Investment Office (CIO) DBS Group.

“Yang saya akan bicarakan lebih kepada kira-kira lebih skenario yang kemungkinan terjadi, yang dilihat oleh CIO kami adalah IHSG di level 8.000,” ujarnya dalam media briefing di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Baca juga: CIO DBS Ungkap Strategi Susun Portofolio di Tengah Geopolitik dan Ledakan AI

Menurut Djoko, proyeksi tersebut telah memasukkan sejumlah faktor yang berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG hingga akhir tahun.

Salah satunya ialah peninjauan status Indonesia oleh penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.

Meski begitu, CIO DBS menilai keputusan MSCI tidak lagi menjadi faktor penentu arah pasar pada Semester II 2026. Risiko tersebut dinilai telah diantisipasi investor melalui koreksi tajam IHSG yang sempat turun ke bawah level 6.000.

“Jadi sebenarnya kami melihat bahwa market itu sudah price in terhadap kemungkinan terjadinya, seandainya pun sampai itu terjadi, market sudah banyak price in. Jadi tekanan ke bawahnya harusnya sudah enggak terlalu besar,” ucapnya.

DBS juga telah memasukkan asumsi pelemahan rupiah yang sempat menembus Rp 18.000 per dollar AS ke dalam proyeksinya.

Selain itu, perhitungan turut mempertimbangkan valuasi pasar dengan rasio harga terhadap laba atau price to earnings ratio (PER) sekitar 13 kali, serta potensi normalisasi volatilitas.

“Standar deviasi sudah diperhitungkan disini seandainya standar deviasi kembali ke 1 kali. Karena kalau kondisi sekarang kan kita sekarang itu masih minus 2 standar deviasinya,” tambahnya.

Baca juga: DBS Dukung Penerbitan Obligasi Ritel Infrastruktur PT SMI Senilai Rp 150 Miliar

Saat ini IHSG masih berada di kisaran level 6.000. Meski demikian, DBS tetap meyakini indeks akan melanjutkan penguatan hingga akhir tahun.

Optimisme tersebut didukung sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai bergerak ke arah positif. Penilaian itu, menurut Djoko, tercermin dari keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB dengan outloo… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Rabu, 15 Juli 2026 17:31:00 WIB*