Pada perdagangan sepekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan berulang setinggi sebesar 0,83 persen pada akhir pekan yang lalu, menutup di level 5.924,360 dari posisi 5.875,780 pada penutupan pekan sebelumnya. Kenaikan tersebut lebih besar dibandingkan periode perpanjangan waktu sebelumnya. Pasar Saham Indonesia diperkirakan masih bergerak hati-hati dan hanya diproyeksikan menguat terbatas ke hari Senin, 13 Juli 2026, menurut data dari Cyristimes.
Analis Phintraco Sekuritas menilai pembentukan histogram positif IHSG masih berlanjut, sementara indikator Stochastic RSI tetap pada area overbought. Dalam catatan yang disampaikan kepada investor, anals tersebut memperkirakan peningkatan penguatan IHSG akan berlangsung di rentang level 5.950-6.125 pada perdagangan Rabu (15/7). Analis BRI Danareksa Sekuritas menilai aksi profit taking yang terjadi pada saham bank menjadi pembatas bagi IHSG, sementara indeks tetap ditopang oleh sejumlah saham-saham terkait komoditas dan konglomerasi. Dari aspek teknikal, IHSG diprediksi akan bergerak dalam fase konsolidasi dengan support psikologis 6.000 dan resistance 6.100–6.130.
Sementara dari sisi global, investor diperkirakan akan mencermati perkembangan konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang sebelumnya sempat mempengaruhi lonjakan harga minyak mentah dunia. Namun, dengan adanya ekspektasi pelonggaran kebijakan Federal Reserve (The Fed), investor diperkirakan akan kembali pada aset-aset berisiko dan mendukung aliran modal ke negara-negara berkembang.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Rabu, 15 Juli 2026 08:05:00 WIB*