PT Prajogo telah mengumumkan rencana aksi korporasi melalui penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD atau rights issue). Aktivitas ini mencakup pengiriman hingga 721,5 juta saham baru dengan harga setiap saham sebesar Rp5.000. Izin dari Otoritas Jasa Keuangan telah diberikan pada tanggal 30 Juni 2026. Penyedia hak pesanan efek terlebih dahulu (standby buyer) meliputi PT Petrosea Tbk dan Bakrie Capital Indonesia. Dana yang dipersiapkan sebesar Rp3,6 triliun akan digunakan untuk beberapa tujuan: membeli saham dari PT Kemilau Mulia Sakti dengan nilai total Rp1,51 triliun, menutup utang sebanyak Rp900 miliar, dan menambah modal kerja. Dengan upaya ini, Prajogo diharapkan dapat mengurangi Deretan Efektivitas (DER) dari saat ini yang mencapai 536% menjadi kurang lebih 211%. Aktivitas ini merupakan bagian penting dari aksi korporasi PT Prajogo dalam upaya peningkatan modal.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** PRAJOGO
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Selasa, 14 Juli 2026 07:20:00 WIB*