Pertumbuhan Emeten Tampak Berpotensi Bertahan Meskipun Suku Bunga Tinggi

Bursa saham Indonesia telah mencapai peningkatan semangat setelah MSCI menunda evaluasi status pasar modal nasional hingga November 2026. Meski demikian, enam perusahaan calon sudah siap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juli mendatang.

Data menunjukkan bahwa laba emiten RI masih akan bertumbuh hingga akhir tahun 2026, meskipun peningkatan tersebut mungkin terbatas dalam kisaran single digit. Ini dikarenakan tekanan dari suku bunga yang tinggi dan lonjakan harga energi.

Direktur PT Eastspring Investments Indonesia Liew Kong Qian mengatakan bahwa pertumbuhan laba masih dapat diperkirakan, namun dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti biaya input minyak. Dalam konteks ini, sektor komoditas dan consumer staples dinilai lebih defensif, sementara perbankan mungkin menghadapi tantangan dengan meningkatnya cost of fund.

Sementara itu, penundaan evaluasi MSCI membuka peluang bagi emiten untuk memperkuat posisi mereka. Namun, penting juga untuk melihat perkembangan harga komoditas dan suku bunga di masa depan, yang dapat berdampak pada pertumbuhan laba.

**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** –

*Tanggal Source Berita: Senin, 13 Juli 2026 18:26:10 WIB*