Pada Senin (13/7), lembaga pemeringkat sovereign credit S&P Global Ratings mempertahankan rating Indonesia di level ‘BBB’ untuk kredit jangka panjang dan ‘A-2’ untuk kredit jangka pendek dengan outlook ‘stable’. Meski demikian, outlook tersebut dipertahankan berdasarkan ekspektasi positif bahwa pendapatan negara akan pulih pada tahun ini. Dengan demikian, perusahaan yang diberikan outlook ‘stable’ oleh S&P — seperti PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT BCA Investama Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) — memiliki peluang kenaikan hingga 26%-66% untuk semester kedua tahun 2026. Sebelumnya, S&P menilai bahwa rencana sentralisasi ekspor dapat mengakibatkan risiko negatif terhadap Indonesia, yang sejalan dengan pernyataan Fitch dan Moody’s pada awal tahun ini. Penyebutan tersebut menyiratkan peluang positif bagi investor di bursa saham Indonesia, dimana IHSG merespon positif setelah peningkatan semangat pasar modal negara.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** BCA, BNI
* **Sentimen Negatif:** Fitch, Moodys
*Tanggal Source Berita: Senin, 13 Juli 2026 19:04:07 WIB*