Pasar asing terus menunjukkan minat yang kuat dalam instrumen surat utang, meskipu penundaan evaluasi oleh MSCI berpotensi mengancam status Indonesia sebagai pasar berkembang. Sejak awal tahun, investasi asing telah mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 84 triliun di pasar saham reguler, yang kemudian diperkuat oleh penundaan evaluasi MSCI sampai November 2026. Penundaan tersebut belum cukup mengubah tren positif dalam pasar saham Indonesia, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik sekitar 1% menjadi level 6.171 setelah penurunan sebelumnya. Investasi asing terus menyalin peluang di instrumen surat utang sebagai alternatif untuk mempertahankan investasi mereka, meskipun risiko penurunan status Indonesia dari pasar berkembang ke pasar frontier masih menjadi isu penting bagi ekosistem pasar modal nasional.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Senin, 13 Juli 2026 13:11:37 WIB*