Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pergerakan saham bank-bank berkapitalisasi besar (big banks) ditutup bervariasi pada perdagangan Jumat (10/7/2026).
Meski demikian, mayoritas saham perbankan masih membukukan kenaikan dalam sepekan, didukung prospek kinerja yang tetap solid dan valuasi yang dinilai masih murah.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 0,40% ke Rp 6.175 per saham. Kendati melemah pada penutupan pekan, saham BBCA masih menguat 2,07% dalam sepekan.
Sementara itu, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) ditutup stagnan di Rp 3.420 per saham, namun mencatat kenaikan mingguan sebesar 5,23%.
Adapun saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 0,36% ke Rp 2.790 per saham atau menguat 2,95% dalam sepekan. Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga menguat 0,99% ke Rp 4.080 per saham dengan kenaikan mingguan 1,75%.
Baca Juga: Laba TOTL Melonjak 56% di 2025, Simak Rekomendasi Analis
Analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya menilai sektor perbankan masih ditopang kombinasi sentimen global dan domestik. Penguatan saham teknologi di Amerika Serikat kembali meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk pasar negara berkembang.
Di sisi domestik, ekspektasi kinerja kuartal II-2026 yang tetap solid, valuasi saham yang masih menarik, serta mulai stabilnya nilai tukar rupiah menjadi penopang utama sektor ini.
“Valuasi sektor perbankan yang masih di bawah rata-rata historis membuka peluang re-rating jika sentimen pasar terus membaik,” ujar Andrey Wijaya, Analis RHB Sekuritas.
Meski demikian, Andrey mengingatkan arus dana asing masih cenderung selektif. Investor asing dinilai masih menunggu kepastian arah suku bunga, kondisi likuiditas perbankan, serta perkembangan isu terkait MSCI sebelum meningkatkan eksposurnya secara lebih agresif.
Baca Juga: Saham Big Banks Menguat di Awal Pekan, Simak Rekomendasi Analis
Untuk pekan depan, RHB Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi overweight terhadap sektor perbankan. Pilihan utamanya adalah BMRI, BBRI, BRIS, dan BBTN, sedangkan BBCA tetap menjadi pilihan defensif berkat kualitas aset dan likuiditas yang kuat.
RHB Sekuritas memasang target harga Rp 9.700 untuk BBCA, Rp 7.600 untuk BMRI, Rp 5.900 untuk BBRI, Rp 6.300 untuk BBNI, Rp 2.460 untuk BRIS, Rp 1.600 untuk BBTN, dan Rp 2.000 untuk BNGA.
Sementara itu, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta menilai kinerja industri … [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Senin, 13 Juli 2026 05:10:37 WIB*