Pasar Saham Asia masih Menarik, Emiten AI Lebih Diuntungkan

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
JAKARTA, KOMPAS.com – Pasar saham Asia dinilai masih sangat menarik di tengah gejolak geopolitik yang terjadi.

Head of Investment Specialist Manulife Aset Manajemen Indonesia Freddy Tedja mengatakan, Asia menjadi salah satu kawasan yang paling diuntungkan oleh meredanya tensi geopolitik, terutama untuk negara-negara yang bergantung pada pasokan energi dari Selat Hormuz.

“Seiring risiko kenaikan inflasi, kenaikan suku bunga, dan memburuknya kondisi fiskal akibat membengkaknya beban energi dapat dikurangi,” kata dia dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (12/7/2026).

Baca juga: Lo Kheng Hong Terima Dividen Rp 18 Miliar dari Kepemilikan Saham GJTL

Dari sisi sektoral, ia menambahkan, negara-negara Asia yang masuk dalam mata rantai pasok teknologi masih diuntungkan oleh revolusi atau siklus AI yang masih berlangsung.

Dampaknya tidak berhenti di perusahaan pembuat chip saja, karena ekosistem AI melebar ke banyak sektor, mulai dari semikonduktor, energi listrik, data center, cybersecurity, software, cloud services, dan lain sebagainya.

Namun demikian, pemilihan pasar dan sektor menjadi sangat penting, dan pengelolaan portofolio dan risiko secara aktif juga krusial.

“Seiring kenaikan kinerja sektor teknologi yang akan sejalan juga dengan meningkatnya pandangan skeptis dan narasi tech bubble,” imbuh dia.

Baca juga: Wall Street Menguat, Saham Nvidia dan Meta Pimpin Reli Berkat Optimisme AI

Sementara itu, pasar saham Indonesia tengah diwarnai dengan sejumlah reformasi regulasi.

Pemerintah mulai menata ulang arah kebijakan, Bank Indonesia (BI) berupaya menopang kurs rupiah, dan valuasi aset domestik baik pasar saham maupun obligasi saat ini sudah menarik.

MAGNIFIC/FREEPIK Ilustrasi saham, pasar saham.

Namun demikian, pasar belum sepenuhnya yakin dan masih perlu melihat konsistensi dari perbaikan tersebut.

Freddy menjabarkan, dalam kondisi ini investor pasar modal perlu memegang dua kunci, yaitu seleksi dan disiplin alokasi.

Baca juga: Pasar Tunggu Konsistensi Perbaikan, Investor Saham Perlu Pegang Dua Kunci Ini

“Seleksi diperlukan karena tidak semua aset yang murah otomatis menarik, sementara disiplin alokasi dan kesabaran akumulasi penting agar investor dapat membangun posisi secara terukur di tengah volatilitas yang masih tinggi,” kata dia.

Ia menambahkan, untuk obligasi, naiknya imbal hasil memberi peluang akumulasi selektif, terutama jika stabilitas nilai tukar rupiah terjaga.

Sementara di pasar saham, kualitas emiten lebih penting daripada sek… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Minggu, 12 Juli 2026 17:38:00 WIB*