IHSG Naik Besar-Besaran: Lima Saham Berhasil Melonjak di Bursa Efek Indonesia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mengalami kenaikan sebesar 17,5 poin atau setara dengan 0,3% pada perdagangan Senin (6/7/2026), mencapai level 5.893,21. Data dari Phintraco Sekuritas menunjukkan bahwa lima saham telah melonjak tajam dan layak untuk diburu di pasar tersebut.

Sejalan dengan peningkatan IHSG, nilai kapitalisasi pasar (market cap) Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mengalami kenaikan sebesar 0,51%, mencapai Rp 10.340 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 10.287 triliun.

Kepala Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad menuturkan bahwa data perdagangan saham selama periode 6-10 Juli 2026 telah ditutup mayoritas positif. Menurutnya, frekuensi transaksi harian Bursa meningkat sebesar 29,69% menjadi 1,87 juta kali transaksi dari 1,44 juta kali pada pekan sebelumnya.

Namun, nilai transaksi harian Bursa turun sebesar 8,88% menjadi Rp 10,27 triliun dari Rp 11,27 triliun pada pekan sebelumnya. Sedangkan volume transaksi harian Bursa meningkat sebesar 16,83%, mencapai 20,49 miliar saham dari 17,54 miliar saham pada periode yang sama.

Selain itu, nilai jual bersih (net sell) investor asing mencatatkan Rp 421,7 miliar pada Jumat lalu, namun investasi asing sepanjang tahun 2026 telah mencatatkan total jual bersih Rp 76,15 triliun.

Sebagai referensi tambahan, data dari PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menyebutkan bahwa mereka telah menyiapkan diri untuk gelar IPO potensial. Data ini mengindikasikan bahwa pasar saham Indonesia terlihat sangat bersemangat dan mampu menciptakan momentum positif bagi beberapa emiten, termasuk TPIA dan JELI.

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) selama sepekan mengalami peningkatan sebesar 0,83% sehingga ditutup pada level 5.924,3 pada pekan ini dari posisi 5.875,7 pada pekan lalu. Nilai kapitalisasi pasar (market cap) BEI juga meningkat sebesar 0,51% menjadi Rp 10.340 triliun dari Rp 10.287 triliun pada pekan sebelumnya, atau bertambah Rp 53 triliun.

Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian Bursa selama periode tersebut meningkat sebesar 29,69% menjadi 1,87 juta kali transaksi dari 1,44 juta kali pada pekan sebelumnya. Nilai transaksi harian Bursa turun sebesar 8,88% menjadi Rp 10,27 triliun dari Rp 11,27 triliun pada pekan sebelumnya. Sedangkan rata-rata volume transaksi harian Bursa meningkat sebesar 16,83%, mencapai 20,49 miliar saham dari 17,54 miliar saham pada periode yang sama.

**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** TPIA, JELI
* **Sentimen Negatif:** –

*Tanggal Source Berita: Minggu, 12 Juli 2026 09:45:00 WIB*