Investor Asing Borong Saham BBCA Rp 638 Miliar di Tengah Aksi Jual

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Investor asing gencar memborong saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) di tengah gelombang besar aksi jual asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam sepekan terakhir. Seperti diberitakan oleh Investor Daily, nilai transaksi beli bersih atau net buy asing pada saham BBCA menembus Rp 638 miliar sepanjang periode 6-10 Juli 2026 di pasar reguler. Data Stockbit Sekuritas mencatat aksi borong saham BBCA ini merupakan yang terbesar dibandingkan dengan saham-saham lainnya di bursa domestik.

Menyusul di posisi kedua, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatatkan net buy asing senilai Rp 74,1 miar, lalu PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) sebesar Rp 57 miliar.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan pasar saham secara keseluruhan, di mana investor asing justru membukukan transaksi jual bersih atau net sell hingga Rp 1,7 triliun di BEI selama sepekan. Aksi jual ini melanjutkan tren negatif dari pekan sebelumnya yang mencatatkan net sell asing mencapai Rp 2,7 triliun.

Pada penutupan perdagangan Jumat (10/7/2026), saham BBCA sebenarnya mengalami koreksi sebesar 0,4% ke level Rp 6.175. Kendati demikian, pergerakan saham BCA ini masih menguat 2% dalam sepekan terakhir dan melonjak hingga 19,9% dalam kurun waktu satu bulan.

Meski menunjukkan performa positif jangka pendek, saham BBCA tercatat masih anjlok sebesar 23,5% sepanjang periode year to date (ytd). Menyikapi pergerakan ini, sejumlah sekuritas tetap mempertahankan pandangan optimistis terhadap prospek saham bank swasta terbesar di Indonesia tersebut. KB Valbury Sekuritas merekomendasikan buy untuk saham BBCA dengan target harga mencapai Rp 9.480 berdasarkan perhitungan Gordon Growth Model (GGM).

Target harga dari KB Valbury Sekuritas tersebut mencerminkan estimasi price to book value (P/B) tahun 2026 sebesar 3,8 kali.

Saat ini saham BBCA diperdagangkan pada valuasi P/B 2026 sebesar 2,5 kali, sebuah posisi yang berada jauh di bawah rata-rata historisnya. Posisi valuasi saham BBCA bahkan telah berada di bawah level minus dua standar deviasi (-2SD) yang menunjukkan harganya relatif murah secara historis. Optimisme serupa datang dari MNC Sekuritas yang tetap menempatkan BBCA sebagai pilihan saham utama di sektor perbankan.

MNC Sekuritas memberikan rekomendasi buy untuk saham BBCA dengan target harga yang dipatok pada level Rp 8.700.

Penilaian tersebut didukung oleh profil perolehan laba BBCA yang dinilai defensif serta kepemilikan kualitas aset terbaik di kelasnya.

*Tanggal Source Berita: Minggu, 12 Juli 2026 08:18:18 WIB*