Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Peta gerakan dana top 5 broker sepekan. Cek nilai transaksi triliunan rupiah Stockbit Sekuritas XL hingga aksi net sell jumbo Maybank Sekuritas ZP di sini.
KABARBURSA.COM – Stockbit Sekuritas Digital memimpin aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 6 hingga 10 Juli 2026 dengan membukukan total nilai transaksi sebesar Rp12 triliun. Perusahaan efek dengan kode broker XL ini menjadi motor penggerak utama akumulasi pasar lewat torehan beli bersih tertinggi senilai Rp410,9 miliar.
Tingginya transaksi melalui sekuritas ini ditopang oleh porsi belanja saham sebesar Rp6,2 triliun melawan porsi pelepasan aset senilai Rp5,8 triliun. Volume perdagangan saham yang lewat melalui sekuritas ini mencapai 48,9 miliar lembar saham yang diselesaikan lewat frekuensi transaksi sebanyak 6,4 juta kali.
Berdasarkan data harian bursa, investor yang bertransaksi menggunakan broker XL tercatat paling banyak melakukan akumulasi beli pada saham BBRI dengan nilai belanja mencapai Rp89,2 miliar. Pilihan beli sekuritas ini berikutnya jatuh pada saham DSSA senilai Rp52,4 miar, saham BACH sebesar Rp42,1 miliar, saham BMRI senilai Rp39,6 miar, dan saham EMMI sebesar Rp38,6 miar.
Sementara itu, porsi penjualan terbesar dari broker XL justru mengarah pada saham BBCA dengan nilai pelepasan aset mencapai Rp152,4 miliar. Para investor sekuritas ini juga terpantau banyak melepas saham TPIA senilai Rp22,1 miliar, saham BRPT sebesar Rp21,2 miliar, saham JECX senilai Rp13,2 miliar, dan saham PGEO sebesar Rp13,2 miliar.
Peringkat kedua dalam jajaran sekuritas dengan nilai transaksi terbesar ditempati oleh UBS Sekuritas Indonesia dengan kode broker AK. Perusahaan efek tersebut membukukan total nilai transaksi mingguan sebesar Rp10,1 triliun.
Broker AK merekam catatan jual bersih dengan akumulasi senilai minus Rp222,0 miliar. Kondisi ini terjadi karena porsi penjualan total dari sekuritas ini mendominasi di level Rp5,2 triliun, sedangkan porsi pembelian saham mingguan hanya mencapai Rp4,9 triliun. Frekuensi perdagangan broker AK tercatat sebanyak 1,0 juta kali dengan volume saham mencapai 11,1 juta lembar.
Trader beli dari broker AK terkonsentrasi pada saham BMRI dengan nilai transaksi mencapai Rp151,5 miliar. Saham lapis pertama lain yang menjadi sasaran beli sekuritas asing ini adalah saham BBRI senilai Rp151,1 miliar. Pilihan belanja broker AK selanjutnya mengalir ke saham UNTR sebesar Rp61,1 miliar, saham KLBF senilai Rp35,1 miliar, dan saham TPIA sebesar Rp33,5 mil… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Minggu, 12 Juli 2026 06:00:38 WIB*