IHSG Menguat 0,83 Persen ke Level Terendah Sejak Bulan Juni

Pada perdagangan sepekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan berulang setinggi sebesar 0,83 persen pada akhir pekan ini, menutup di level 5.924,360 dari posisi 5.875,780 pada penutupan pekan sebelumnya. Hal ini mengonfirmasi kenaikan yang lebih besar dibandingkan dengan periode perdagangan sebelumnya, yaitu sepekan di mana IHSG mencatat penurunan berulang dan menutup 0,35 persen melemah menjadi level 5.875,78.

Pergerakan ini mengalami peningkatan signifikan di banyak aspek perdagangan saham. Rata-ratanya Frekuensi Harian naik sebesar 29,69 persen menjadi 1,87 juta kali transaksi dari 1,44 juta kali transaksi pada pekan lalu. Namun, penurunan dalam nilai Transaksi Harian juga terjadi signifikan dengan menurunkan Rp10,27 triliun menjadi Rp11,27 triliun sejak akhir pekan sebelumnya.

Sub-fitur sub-perusahaan baru yang diluncurkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) juga dianggap sebagai salah satu komitmen penguatan integritas pasar modal. Sub-fitur tersebut meliputi informasi Share Ownership, Free Float, dan High Shareholding – ini memberikan data-data yang lebih intuitif, kredibel, dan transparan bagi pengguna aplikasi IDX Mobile untuk memperoleh draf data referensi dalam proses pengambilan keputusan investasi.

Investor asing terlihat mencatatkan nilai jual bersih (net sell) sebesar Rp421,70 miliar pada perdagangan hari Jumat (10/7/2026), mengakumulasikan total net sell sepanjang tahun berjalan 2026 menembus Rp76,15 triliun. Namun, penjualan asing tersebut tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) yang naik sebesar 0,51 persen menjadi Rp10.340 triliun, tumbuh dari posisi pekan lalu yang bertengger di angka Rp10.287 triliun.

Kendati demikian, beberapa penurunan dalam data ini masih dapat diterima sebagai bagian dari proses konsolidasi pasar modal nasional setelah periode pertumbuhan yang signifikan. Total kapitalisasi pasar di BEI mencapai Rp10.340 triliun pada akhir pekan, meningkat sebesar 0,51 persen dibandingkan posisi pekan sebelumnya dan juga lebih tinggi dari jumlah sejak awal tahun ini (Rp8.720 triliun). Hal ini menunjukkan bahwa penurunan dalam aksi jual massal pasar yang telah berlangsung beberapa waktu sebelumnya, setidaknya telah mulai mengalirkan kepercayaan kembali di tengah fase tersebut.

Dengan data-data ini, tampak jelas bahwa BEI berhasil membentuk kembali kepercayaan pemodal dan memberikan momentum positif untuk IHSG. Namun, masih ada tantangan yang perlu diselesaikan oleh pasar modal nasional dalam menjaga momentum ini agar dapat berlanjut seiring dengan pengembangan lebih lanjut dari sistem digital dan edukasi investor di Bursa Efek Indonesia.

**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** –

*Tanggal Source Berita: Sabtu, 11 Juli 2026 07:40:05 WIB*