Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
PT Samcro Hyosung Adilestari Tbk (ACRO) mengungkapkan sisa dana pelaksanaan pencatatan saham perdana (IPO) sebesar Rp10,77 miliar tersimpang di rekening PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA). Suku bunganya mencapai 1,25%. Direktur Utama Samcro Hyosung Adilestari, Chung Tae Sung, menjabarkan perseroan menghimpun total dana dari IPO sebesar Rp74,93 miliar dan biaya penawaran umum sebesar Rp3,09 miliar. Sehingga ACRO menggalang dana bersih IPO mencapai Rp71,84 milir.
Realisasi penggunaan dana IPO terdiri dari pembelian mesin, pembayaran utang bank, penyewaan gudang, hingga modal kerja. Rinciannya, ACRO menggunakan Rp21,55 miliar untuk pembelian mesin untuk pengembangan produk baru, peningkatan dan otomatisasi proses produksi.
Kemudian, ACRO menggunakan Rp7,09 miliar untuk pembayaran utang. Selanjutnya, Rp10,76 miliar untuk sewa gudang, pembelian kendaraan operasional dan peralatan gudang dan kantor di Jawa Tengah dan Jawa Timur. ACRO menggunakan dana IPO Rp32,42 miliar untuk modal kerja. Hasilnya, ACRO telah merealisasikan 85% dana hasil IPO, 15%-nya merupakan sisa dana IPO yang ditempatkan perseroan ke rekening CIMB Niaga.
“Target waktu penggunaan dana pada semester III/2027,” jelas Sung di keterbukaan informasi di Jakarta, Jumat (10/7/2026). Dana tersebut akan digunakan untuk sewa gudang, pembelian kendaraan operasional dan peralatan gudang dan kantor di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Pada penutupan bursa, saham ACRO ditutup menguat 1,64% ke Rp62, melansir dari laman TradingView. Volume transaksinya mencapai 13,52 juta saham, dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp211,63 miliar. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto,
infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat
di situs web ini, melakukan crawling atau
pengindeksan otomatis untuk platform AI
(artificial intelligence) dan platform digital
lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang
berwenang di situs web ini.
*Tanggal Source Berita: Jumat, 10 Juli 2026 21:10:00 WIB*