Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) fokus pada pelaksanaan pencatatan efek bersifat utang (obligasi) dan sukuk (EBUS) sepanjang tahun 2026. Direktur Trimegah Sekuritas, David Agus menjabarkan perseroan hingga saat ini perseroan merealisasikan mandat penjamin emis dari dua perusahaan untuk melaksanakan pencatatan saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal Juli 2026.
Kedua emiten itu adalah PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) atau JEC Eye Hospitals & Clinics (JECX) dan PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS). TRIM menjadi partisipan admin dan penjamin emisi efek (underwriter) untuk JECX dan RANS.
“Untuk saat ini belum ada lagi di pipeline. Mungkin ada satu, tapi belum, lihat kondisi pasar. [Siap-siap] mempertimbangkan. Namun pipeline di obligasi banyak,” jelas David kepada awak media di Mainhall BEI, Jakarta pada Jumat (10/7/2026).
Meski terdapat satu calon perusahaan tercatat yang disebut oleh TRIM, tetapi perseroan enggan merinci sektornya. David beralasan, perseroan masih menunggu dan melihat kondisi (wait and see) pasar saham untuk IPO lebih kondusif.
“Kalau IPO memang karena kondisi pasar saham sedang bergejolak, banyak yang menunggu dan wait and see. Namun obligasi, memang perlu uang [pendanaan]. Walaupun bunganya naik, sebagian tetap mengeluarkan obligasi,” tambah David.
Berdasarkan data internal yang dihimpun BEI per tanggal 8 Juli 2026, daftar antre (pipeline) IPO EBUS masih berjalan. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin menjabarkan untuk instrumen obligasi, BEI mencatatkan terdapat 93 emisi dari 52 penerbit EBUS dengan dana yang dihimpun sebesar Rp94,45 triliun.
“Sampai dengan 8 Juli 2026 terdapat 28 emisi dari 21 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipelinedengan klasifikasi sektor dua perusahaan dari sektor barang baku, dua perusahaan konsumer non-siklikal, 5 perusahaan energi, 5 perusahaan keuangan, satu perusahaan kesehatan, dan 6 perusahaan properti dan real estat,” jelas Saidu dari keterangan tertulis pada 8 Juli 2026.
Sementara untuk aksi korporasi right issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), telah terdapat empat perusahaan tercatat yang telah menerbitkan right issue dengan total nilai Rp3,89 triliun. Ada satu perusahaan dalam pipeline, yaitu dari sektor properti dan real estat. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto,
infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat
di situs web ini, melakukan crawling atau
pengindeksan otomatis untuk platform AI
… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Jumat, 10 Juli 2026 15:30:00 WIB*