IPO Menguat di Bursa Efek Indonesia: Aktivitas dan Kinerja Pasca IPO

KOMPAS.com – Aktivitas penawaran umum perdana saham (IPO) yang terus berlanjut di Bursa Efek Indonesia (BEI) dinilai sebagai indikator kepercayaan dunia usaha terhadap pasar modal nasional. Pemerintah mengakui bahwa momentum IPO masih konsisten, dan ini juga bertepatan dengan upaya BEI untuk mempertahankan posisinya sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha.

Pasar modal Indonesia terus bergerak positif, meski dipicu oleh pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia mencatat kemajuan. Sementara itu, sejumlah perusahaan terus melantai di BEI, membawa total dana hingga Rp1,67 triliun.

Dari emiten yang telah memasuki pasar pada Juli 2026, WBSA menjadi emiten dengan kenaikan tertinggi. Setelah IPO, sahamnya terus melesat dan mencapai kenaikan tertinggi 610,18% hingga Rp1.379 per saham pada bulan Mei. Namun, kini WBSA berada di level Rp625 per saham, atau melonjak sekitar 176,55% dari harga IPO, dan berhasil menghimpun dana sebesar Rp302,4 miliar.

JELI, yang mencatatkan sahamnya pada Selasa (7/7/2026), juga menunjukkan kinerja positif. Hingga penutupan perdagangan Kamis (9/7/2026), saham JELI berada di level Rp1.755, naik 56% dari harga IPO dan berhasil menghimpun dana sebesar Rp239,4 miliar. Sedangkan emiten yang mencatatkan saham pada 7 Juli, PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), menunjukkan kinerja yang berbeda. Sementara, JECX menguat hingga Rp1.950 pada dua hari pertama, namun pada penutupan perdagangan kemarin turun ke level ARB atau Rp1.660 per saham, sekitar 15% dari harga IPO dan berhasil menghimpun dana sebesar Rp609,98 miliar.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin menilai aktivitas penghimpunan dana melalui pasar modal kini lebih sedikit dibandingkan beberapa tahun lalu. Namun, peran utama dari BEI adalah untuk memastikan pasar yang wajar, teratur dan efisien. Hal ini dilakukan dengan memantau perkembangan pasar dan landscape bisnis terkini agar dapat diimbangi dengan kebijakan yang tepat sasaran untuk kebutuhan para stakeholder.

Dengan kinerja positif beberapa emiten IPO, BEI terus berupaya untuk menjaga posisinya sebagai aset investasi. Sementara itu, perusahaan-perusahaan lain yang terlibat dalam IPO juga menunjukkan potensi mereka dalam menghadapi tantangan pasar dan memastikan keberlanjutan operasionalnya.

**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** WBSA, JELI
* **Sentimen Negatif:** –

*Tanggal Source Berita: Jumat, 10 Juli 2026 08:30:03 WIB*