Wall Street Melonjak Kembali: Teknologi Menjadi Aliran Ular dalam Bursa

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah pada perdagangan hari ini, turun sekitar 1,62% ke level 6.002,20 setelah awalnya menguat hingga 6.171,38 dalam sesi pertama. Volume perdagangan mencapai 12,23 miliar dengan nilai transaksi Rp 6,73 triliun dan total frekuensi sekitar 500.000. Kondisi ini berbeda dari beberapa hari sebelumnya di Wall Street, yang pada akhirnya turun sekitar 1% setelah awal menguat hingga 2%, menunjukkan bahwa sentimen pasar telah kembali ke arah bermasalah dengan aspek teknologi menjadi beban utama. Sementara itu, Amerika Serikat (AS) melihat pergerakan Wall Street yang kuat dan positif pada Kamis (9/7), di mana indeks S&P 500 naik 0,81 persen ke level 7.543,66 dan Nasdaq menguat 1,30 persen menjadi posisi 26.206,89. Penyebab utama adalah pelemahan harga minyak dan kontribusi dari keberlanjutan reli perusahaan teknologi seperti Micron Technology yang telah mengumumkan rencana investasi sebesar USD 250 miliar di Amerika Serikat hingga 2035 untuk memenuhi lonjakan permintaan chip memori yang didorong oleh kecerdasan buatan. Sementara itu, Applied Materials dan Sandisk juga berkontribusi positif pada kenaikan indeks tersebut. Sentimen bullish AI masih sangat kuat, terutama setelah perusahaan Meta Platforms melaporkan rencana untuk memproduksi chip AI pada September mendatang. Dengan demikian, meskipun IHSG turun sekitar 1,62%, sentimen pasar di Wall Street dan AS secara keseluruhan masih menunjukkan keberlanjutan dari reli positif yang telah mendorong kinerja indeks tersebut setiap bulannya.

**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** META, MICRON TECHNOLOGY, APPLIED MATERIALS, SNDBIS
* **Sentimen Negatif:** –

*Tanggal Source Berita: Jumat, 10 Juli 2026 06:07:00 WIB*