Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Bisnis.com, JAKARTA — Minat investor terhadap saham-saham di sektor kesehatan kembali menunjukkan tren penguatan pada awal semester II/2026. Momentum ini ditandai dengan maraknya aksi initial public offering (IPO) sejumlah perusahaan medis serta pergerakan positif saham emiten eksisting di bursa.
Gairah pasar pada sektor ini kian tebal seiring resminya PT Prodia Diagnostic Line Tbk. (PRDL) melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (9/7/2026).
Kehadiran produsen alat kesehatan diagnostik dalam negeri itu menambah deretan perusahaan healthcare yang masuk ke pasar modal dalam hari terakhir, menyusul PT Esa Medika Mandiri Tbk. (EMMI) dan PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX).
Adapun tingginya animo pasar terhadap emiten baru di sektor kesehatan tecermin dari hasil penawaran umum PRDL yang mencatatkan kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga 709 kali pada porsi penjatahan terpusat.
Lonjakan pemesanan dari investor ritel domestik tersebut bahkan diklaim memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah IPO di Indonesia.
Direktur Utama Prodia Diagnostic Line Cristina Sandjaja mengungkapkan bahwa tingginya minat investor ini menjadi bukti kuat bahwa pasar saham domestik tetap bergairah memburu saham baru, asalkan ditopang oleh fundamental perusahaan yang kokoh serta penawaran rasio price to earnings yang atraktif.
“Pasar saham Indonesia ini masih bergairah dan haus dengan investasi-investasi yang baru. Mereka juga mencari perusahaan yang fundamentalnya bagus,” ujar Cristina saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Guna mengoptimalkan dana hasil IPO, PRDL berencana mengalokasikan sekitar 62% dana untuk pelunasan utang produktif terkait fasilitas produksi baru yang telah berjalan sejak April 2025. Selanjutnya, sekitar 20% dialokasikan untuk belanja berupa pembelian mesin penunjang, dan sisanya untuk modal kerja operasional.
Sementara itu, optimisme juga diperlihatkan oleh emiten kesehatan baru lainnya yakni EMMI. Perseroan memasang target tinggi dengan membidik pertumbuhan pendapatan dan laba bersih di level double digit hingga akhir tahun buku 2026.
Direktur Utama Esa Medika Mandiri Florian Chris Widjaja menyampaikan bahwa ruang pertumbuhan di sektor alat kesehatan domestik masih terbuka lebar.
Untuk mengamankan target tersebut, perseroan menyiapkan strategi ganda, yaitu mempertahankan ceruk pasar institusi pemerintah sekaligus memperluas penetrasi pasar ke jaringan rumah sakit swasta lewat komersialisasi produk baru.
“Kami masih on trac… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Jumat, 10 Juli 2026 06:00:00 WIB*