Mayora Indah: Optimisme Menghadapi Tantangan Harga Bahan Baku yang Fluktuatif

PT Mayora Indah Tbk, salah satu perusahaan FMCG yang dikomandoi oleh Prasetyo Wibowo, terus mencetak pertumbuhan laba. Hal ini berkat ekspansi dan rangkaian akuisisi dalam beberapa tahun belakangan, termasuk aksi korporasi Tokopedia setelah pihaknya dilakukan akuisisi TikTok. Mayora Indah menetapkan strategi untuk menjual lebih banyak produk single pack sebagai antisipasi terhadap tekanan daya beli yang semakin sensitif masyarakat, mengubah pola pembelian konsumen.

Manajemen perusahaan ini masih mempertahankan target penjualan sebesar Rp 41,85 triliun dan laba bersih sebesar Rp 3,41 triliun untuk tahun depan. Dalam menjalankan strategi tersebut, Mayora Indah berusaha menetapkan harga jual tetap walaupun kondisi harga bahan baku saat ini masih memberikan ruang yang positif terhadap margin kinerja. Menurut pemaparan manajemen, seperti harga kakao misalnya, saat ini mengalami kenaikan karena curah hujan yang tinggi menyebabkan kuantitas panen berkurang.

Namun demikian, Mayora Indah tetap optimistis terhadap prospek bisnis pada semester II-2026 di tengah tantangan berupa kenaikan inflasi, pelemahan daya beli masyarakat, hingga kenaikan biaya bahan baku.

Pada sisi lain, PT Mandom Indonesia Tbk juga masih mempertahankan optimisme terhadap bisnisnya pada semester II-2026. Corporate Secretary perusahaan ini menyatakan belum melihat perubahan signifikan pada tren permintaan dibandingkan dengan semester pertama, meskipun perilaku konsumen kini semakin selektif.

**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** MYOR, TCID
* **Sentimen Negatif:** –

*Tanggal Source Berita: Kamis, 09 Juli 2026 17:01:25 WIB*