BEI: Minat IPO Masih Tinggi, 5 Perusahaan Siap Melantai dengan Target Rp 2,47 Triliun

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan minat perusahaan untuk menghimpun dana melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) masih terjaga.

Hingga awal Juli 2026, masih terdapat lima perusahaan dalam pipeline pencatatan saham dengan target penghimpunan dana Rp 2,47 triliun. Meski begitu, aktivitas IPO tahun ini lebih rendah dibandingkan beberapa tahun terakhir.

“Saat ini juga terdapat 5 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI dengan total target himpunan dana sebesar Rp 2,47 triliun, yang menandakan bahwa instrumen ekuitas tetap diminati oleh perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin, Kamis (9/7/2026).

Baca juga: IPO Terbesar Hong Kong Tahun Ini Berujung Lesu, Saham Pemasok Apple Jatuh Hampir 10 Persen

Saidu mengatakan, tingginya minat perusahaan memanfaatkan pasar modal juga terlihat dari penerbitan efek bersifat utang dan sukuk (EBUS).

Hingga 9 Juli 2026, tercatat 71 emisi EBUS dari 43 perusahaan dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 76,1 triliun.

Menurut dia, tren tersebut masih sejalan dengan tahun tahun sebelumnya. Penghimpunan dana melalui obligasi dan sukuk masih lebih besar dibandingkan melalui IPO.

“Hal ini sejalan dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana penghimpunan dana melalui emisi EBUS lebih tinggi dari penghimpunan dana melalui pencatatan saham,” paparnya.

Saidu mengakui, aktivitas penghimpunan dana melalui IPO memang menurun dibandingkan beberapa tahun terakhir. Namun, BEI tidak menjadikan nilai dana yang dihimpun sebagai satu satunya ukuran keberhasilan.

“Jika dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu, kegiatan penghimpunan dana melalui pasar modal, khususnya IPO, memang lebih sedikit pada tahun ini. Namun, kami tidak menilai keberhasilan kami hanya berdasarkan nilai nominal dari kegiatan penghimpunan dana,” pungkas dia.

Baca juga: Melantai Perdana di BEI, Saham IPO BACH Langsung ARA, Naik 24,43 Persen

Sebagai penyelenggara pasar modal, BEI terus memantau perkembangan pasar dan dinamika dunia usaha untuk menyesuaikan kebijakan dengan kebutuhan pelaku pasar.

BEI juga menjalankan delapan Aksi Reformasi Pasar Modal yang bertujuan meningkatkan transparansi, memperkuat perlindungan investor, serta mendorong pertumbuhan investasi yang berkelanjutan.

*Tanggal Source Berita: Kamis, 09 Juli 2026 16:37:00 WIB*